Loop Testing / Pre-commissioning

Definisi:

Loop adalah sistem yang terintegrasi untuk menggabungkan instrument field device (input) dari dan (output) ke lapangan dengan sistem control yang jejaringnya dihubungkan dengan wiring.

Open Loop adalah hubungan signal satu arah dari lapangan (input) ke sistem kontrol atau sebaliknya (output) dari sistem kontrol ke lapangan. Input dan output tidak mempunyai hubungan. Sehingga ketika action output ke lapangan yang merubah proses, tidak ada feedback yang diberikan ke loop. 

Closed Loop adalah siklus signal dari lapangan (input) ke sistem kontrol kemudian diolah dan menghasilkan signal output yang akan dikirimkan kembali ke final element di lapangan (output). Dan action dari final element itu akan berpengaruh pada input.

Single Loop adalah loop sederhana dapat berupa open loop atau closed loop sederhana.

Pre-Commissioning adalah aktivitas untuk memastikan bahwa setiap instrument input devices, sistem control, dan instrument final element dapat beroperasi sebagaimana control design untuk menunjang proses. Pre-commissioning dapat juga disebut function test untuk setiap loop.

Commissioning adalah aktivitas untuk membuat suatu sistem ‘LIVE’ dan beroperasi secara normal. Commissioning melibatkan multidisiplin dan multi loop. Instrument dan control sistem harus dapat berfungsi normal untuk mengontrol sistem multidisiplin (proses, electrical, mechanical) yang sedang berjalan dan juga menjaga safety protection systemnya dalam kondisi kritikal. Contoh: Instrument Air System, Separation System, Power Generation System, Heating Medium System, dll. Start-Up adalah aktivitas untuk menghidupkan semua sistem yang menunjang beroperasinya plant secara keseluruhan. Seluruh field device input, logic control, final element untuk berbagai sistem pada seluruh plant harus beroperasi dan terkontrol sempurna sebagaimana desain proses.Contoh: Start-Up semua system yang sudah pernah dicommissioning dengan sequence sesuai dengan requirement process or utility. Jadi pada dasarnya Pre-Commissioning untuk Instrument adalah Loop Check dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Loop Test untuk SMART Transmitter:

  1. Memastikan bahwa Hook-Up installation sudah benar.
  2. Memastikan bahwa wiring terminasi sudah benar dengan melakukan cold wire test or continuity test end to end dari field device sampai marshalling panel.
  3. Memastikan polarity sudah benar.
  4. Menyambungkan knife switch di marshalling panel.
  5. Instrument harus terenergize, pastikan dari indicator atau check voltage-nya.
  6. Melakukan Trim yaitu check ZERO and SPAN.
  7. Monitor di Engineering Work Station value yang dikirim dari lapangan harus sesuai ZERO dan SPAN-nya.
  8. Melakukan injeksi proses (pressure, level, temperature) pada transmitter tapping point dan verify indikator lokal serta verify signal yang dikirim ke Engineering Work Station.
  9. Melakukan linearisasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%.
  10. Loop Test Complete.

Loop Test untuk SMART Control Valve adalah:

  1. Melakukan langkah-langkah seperti point 1- 4 seperti pada SMART transmitter.
  2. Check voltage pada terminal control valve.
  3. Pastikan pada saat ZERO signal control valve fully closed.
  4. Manual injeksi sinyal dari Engineering Work Station 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan Control Valve harus menunjukkan nilai travel linear yang sama. Apabila tidak sama maka lakukan AUTO-CALIBRATION.
  5. Check kondisi FAIL POSITION dengan melepas kabel atau mengisolate air supply.
  6. Untuk close loop lakukan setting AUTO pada faceplate workstation.
  7. Check control action REVERSE or DIRECT.
  8. Loop Test Complete

Loop Test untuk FIELDBUS Transmitter adalah:

  1. Melakukan langkah-langkah seperti point 1- 5 pada SMART transmitter.
  2. Request Control Engineer or Software Specialist untuk melakukan Fieldbus configuration dan lakukan download.
  3. Melakukan langkah-langkah seperti pada point 6-10 pada SMART transmitter.

Loop Test untuk FIELDBUS Control Valve adalah:

  1. Melakukan langkah-langkah seperti point 1- 2 pada SMART Control Valve.
  2. Request Control Engineer or Software Specialist untuk melakukan Fieldbus configuration dan lakukan download.
  3. Melakukan langkah-langkah seperti point 3- 8 pada SMART Control Valve.

Nova Kurniawan

Alumni Teknik Fisika ITB, 2004, sekarang bekerja sebagai Instrument Engineer J Ray McDermott

About these ads

59 Responses

  1. Pak nova, makasih atas sharing ilmunya.

    Pak, saya mo tanya – maaf kalo g ada hubungannya ma posting di atas – modul tipe “dry contact” tu seperti apa si?

    salam kenal..

  2. Dry contact itu artinya contact tapi tidak bersentuhan. Magnet bisa melakukan contact dengan steel tanpa bersentuhan. Magnet bisa menarik saklar dr open menjadi close tanpa menyentuh saklar itu. Lilitan coil dialiri listrik bisa menjadi magnet. Modulnya seperti Dry-Contact Relay banyak ditemui di panel.

  3. oke, makasih Pak..

  4. Pa’ nova, Ada info ga how to commission Power Generation and Distribution? Thanks infonya…

  5. Info semua procedurnya? wah confidensial hehe.. Yang bikin elektrikal team, jadi saya belum mampu untuk menulis ulang dengan bahasa saya sendiri

  6. Slm kenal pa.

    Saya mau tanya, apa pengertian dari uppar range limit (URL) dan lower range limit (LRL)? dan apa perbedaannya dengan measuring range?

    • URL/LRL adalah batas atas dan batas bawah yang “bisa” diukur oleh instrument. Range adalah nilai minimum to maximum yang “harus” diukur oleh instrument dan dikirimkan valuenya melalui signal. Misal URL/LRL adalah 600 mBar/ (-) 600 mBar kemudian katakan Range-nya yang “harus” diukur adalah (-) 100 mBar to 500 mBar maka range itu yang dikalibrasi 4-20 mA. Nilai (-) 100 mBar adalah nilain 0% measuring dang 500 mBar adalah nilai 100% measuring. Kalibrasilah dari 0% to 100% sebagai Range.

  7. Terima kasih pa, atas jawabannya.

    Sekarang jika ada pressure transmitter dengan measuring range 0-50 mBar. Pressure transmitter tresebut ingin digunakan untuk mengukur 0-150mBar. Apakah pressure transmitter tersebut masih bisa digunakan atau tidak?
    Sensor dalam pressure transmitter digunakan untuk mengukur tekanan yang nilainya muncul pada measuring range atau bukan?

    Terima kasih pa Nova, sukses selalu.

  8. Mas Ali,

    Coba check dulu dikalog nya URL/LRL sensornya masih mengcover 0-150 mBar. Kalau bisa range-nya transmitter bs dirubah dengan di re-ranging dari 0-50 mBar ke 0-150 mBar.

  9. Terima kasih pa jawabannya.

    Ternyata URL sama LRL masih bisa mengcover.
    Ada info tentang Multiphase Flow Meter ga?

    Makasih sebelumnya pa.

  10. Pak Ali,

    Saya punya info ttg Multiphase Flow Meter cuman sedikit. Kalo banyak dah saya tulis di topik tersendiri. Multiphase artinya mengukur gas, oil, and water. Ada MPFM yang menggunakan skid di dalamnya dipisahin dulu baru diukur flownya. Ada MPFM yang menganalisa tanpa memisahkan dulu fasanya. Karena pake Neural Network katanya, yang di memorinya sudah tersimpan data well dari berbagai sumur seluruh dunia. Sehingga dengan mengetahui suatu fluida dengan karakteristik tertentu maka si Neural Network bisa menyimpalkan flowrate Oil, Water, Gas nya masing-masing sekian gitu…

  11. Ok pa.

    Terima kasih informasinya.
    Sukses terus pa.

  12. Pa saya mau tanya lagi.

    Biasanya untuk MPFM menggunakan flow meter yang seperti apa?
    Misalkan jenis flow meternya apa, kalo bapa pernah pake MPFM bapa pake flow meter dengan tipe apa dan brand nya apa?

    Makasih ya pa.

  13. Assallamuallaikum….wr..wb…
    Take the point.
    Saya mau tanya ttg Transmitter…
    anda mungkin tahu ttg cara kerja pressure trnsmitter??
    Mohon donk di beri pencerahan…Thanks….

  14. Pressure Transmitter, banyak tipenya yang dibahas. Tp secara general ada suatu permukaan seperti diaphragm yang menahan pressure tersebut dan pasti ada sedikit movement karena terdorong. Gerakan tsb yang diubah menjadi impedansi dan dihubungkan ke rangkaian listrik. Perubahaan impedansi akan menyebabkan perubahan arus dalam loop yang series.

  15. Kang Nova,

    Mau tanya kalo mau beli HART COM series 275,375 atau 475 dimana ya?

    Tapi yg didalm negeri..kalo liat di webnya emerson kan kejauhan…..heheheh.>!!

    Terimakasih.

  16. Perusahaan kami belinya di Singapore lewat supplier. Kalau di Indonesia saya tidak tau..

  17. Kalo yang di singapore boleh saya tau…

    • CHE FAT CO Pte Ltd; perusahaan ini tidak jualan FF/HART 375 Communicator. Tapi mereka sebagai supplier pernah mencarikan barang itu buat kami dan dapat. Di mana mencarinya, kami tidak tau…

  18. Atau ada merk lain untuk melakukan hal yg sama seperti HART

  19. Oke…kang!

    terimakasih banyak.

  20. saya akan melakukan ATP bts indoor, commisioning yang bagaimana yang musti dilakukan. trims

  21. mas nova, salam kenal.
    mas, saya masih blank ttg konsep CCS di power generation system. bisa minta tolong dikash penjelasan gak mas?? terima kasih mas…

  22. Mas Didik Blora: CCS istilah manufacture tertentu atau istilah technical industrial common practice? Saya tidak tau CCS dan baru mau search….

  23. CCS= coordinate control system, yang saya tau dipakai di power generation, untuk aplikasi yang lain saya belum tau.. tapi untuk konsep kerjanya, saya masih belum paham.. terima kasih mas..

  24. Mas Nova,

    Terima kasih atas sharing info procedurenya. Mohon ijin copynya ya.

    Karena disini banyak berkumpul pekerja Instrumentasi, bisa buka fasilitas untuk cari Instrument engineer atau teknisi?

    Thanks,
    toeloes

    • Copy buat apa? Kalau untuk ditampilkan lagi di website, artikel, atau yang berbau komersial tidak boleh. Saya ingin memperkenalkan budaya “no copy paste” buat saya sendiri dan temen-temen yang mengenal saya…

  25. Hello mas Nova,

    Saya iseng cari di google and balik ke blog sampyn lagi… Saya cari tentang Instrument FieldBus Loop Test. Tolong Confirm apa 2 kesimpulan saya dari tulisan anda di atas sudah benar?
    - Pekerjaan Analog Loop Test pada FF protokol memakan waktu yang sama dengan Loop Test Konvensional.
    - Prosedur Pekerjaan Kalibrasi untuk Field Transmitter FF Type sama dengan Transmitter Biasa pada umumnya tentang masalah Linierisasi.

    Pertanyaan:
    - Apakah Field Transmitter FF Type perlu dilakukan Kalibrasi di lapangan?
    - Code apakah yang digunakan sebagai standar acuan mengenai Kalibrasi Field Transmitter FF Type?

    Terima Kasih Atas Jawabannya. Semoga Sukses.

  26. Sorry saya merasa ada yang kurang ‘pas’ dengan tulisan diatas khusus untuk FF. Dalam praktek di atas FF namanya bukan kalibrasi. Tapi sekedar function.
    Slogan FF adalah calibration free atau no calibration. Dengan logika kalibrasi adaah menyesuaikan proses variabel dengan signal 4-20 mA, kalau fieldbus apanya yang hendak di zero, span, linearisasikan lagi? Tidak ada. Tapi saya berfikir bagaimana ketika sebuah proses variabel menunjuk ZERO tetapi data fieldbus yang dikirim tidak ZERO? Harus ada mekanisme untuk mengedjustnya. Sayang saya tidak ada kesempatan lagi untuk belajar fieldbus untuk menjawab pertanyaan tsb. thanks

  27. Pak Nova,
    Salam kenal, Apakah Bpk ada info tentang telecom eng di O n G, mau tanya kalo untuk telco di O n G apakah definisi precommisioning mirip2 dgn instrument, yaitu function test…., Terima Kasih Sebelumnya

  28. Pak Nova,
    Salam Kenal, saya mau nanya dikit, idealnya kegiatan looptest itu dilakukan berapa kali sekali pada suatu transmitter? Kalau ditempat saya Kalibrasinya 6 bulan sekali?

  29. pak saya mau tanya tp maaf kalo melenceng..

    saya mau tanya artinya dry contact, trus dialat saya ada tulisan ” RELAY (+30vdc, 5A max)

    artinya apa ya?

    trus di alat itu cman ada 2 lubang ( contact A dan contact B )

    kalo saya pake motor dc, tipe apa yg cocok?
    trus kalo pake motor tsb, apakah power dari luar alat tsb atau power sekaligus dari alat tsb.

    terimakasih.

  30. Hi Nova,
    The information you have been giving through this page had been very educative to me, but the only issue i have is most of them are not in English and i cant interpret them. I will be happy if they can be interpreted to English.

    Thanks
    Samuel.

  31. Hi Samuel,

    Thanks for visiting my blog. I am happy if my notes is very educative for you. I think google provide blog translation from Indonesia to English. I’ll search the link and put it on my blog’s link.

    Thanks Samuel,

    Nova Kurniawan

  32. mas nova apa bedanya span dengan high value sebab kadang orang instrument sering menganggap bahwa range tertinggi itu adalah spannya

  33. apa fungsi TCV/FCV.saya bru dlm bidng ini?

    • Keduanya adalah control valve. Hanya masing-masing diletakkan di dalam loop yang berbeda. TCV diletakkan pada loop pengontrolan temperature. FCV diletakkan di dalam loop pengontrolan flow/aliran. Lebih tepatnya istilah2 seperti ini dibaca saja di dalam legend setiap P&ID. Saya kuatir istilah yang saya terangkan, berbeda dgn istilah P&ID anda.

  34. Mas Nova.mau nanya tipe apa saja dri pressure transmitter selain diaphragm,dan prosess kerjanya bgm..trimks

    • Ada bellows. Proses kerjanya: semua sensor pressure transmitter merubah besaran pressure (yang menimbulkan pergerakan karena gaya) menjadi besaran electric. Mayoritas adalah resistansi. Dengan perubahan resistansi akan didapatkan equivalent mA terhadap pressure.

  35. sy lihat dinameplat pressure transmiter range -200bar to 200bar,itu bgm cara menghitung 0%,25%,50%,75%,100%,klo yg nilai Range LRV 0 aku dah thu cara ngitungnya,tpi klo nilai LRV dri -200 itu bru MAS NOVA yg jelasin…….

    • Saya tidak menangkap maksud pertanyaan. Kalau sensor range PT adalah -200bar to 200bar maka harus ditentukan range operasinya PT itu. Kalau range operasinya adalah katakanlah -50bar sampai 100 bar. Maka saat kalibrasi apply vakum pressure -50 bar (artinya 50 bar di bawah tekanan atmosfer) dan setting -50bar itu sebagai LRV atau sebagai ZERO (4 mA)-nya transmitter.

  36. maksudku,klo misal range operasinya -50bar(LRV) sampai 100bar(URV).berarti 0%(4mA)=-50bar dan 100%(20mA)=100bar,kalau unt menghitung yg 25%,50%,75%,ketemunya brp bar dan bgm cara menghitungnya??.sy.lg krja shutdown tpi nemui PT yg LRVnya dibawah 0(minus) dan kesulitan dlm membuat report up,down scalenya,Trimks MAS NOVA

    • Ooo itu cari nilai 0% – 100% dari -50 bar sampai 100 bar. Bikin garis sebelah kiri nilai bar, sebelah kanan nilai persen.
      0% = -50 bar. Cari 50%-nya dulu yaitu tengah2 antara -50 sampai 100 yaitu = 25 bar. Cari 25%-nya tengah-tengah antara -50 sampai 25 yaitu = -12.5 bar. Cari 75%-nya tengah-tengah antara 25 bar sampai 100 bar yaitu = 62.5 bar. Kemudian 100%nya adalah 100 bar. Mau pakai rumus? Jangan ya… ini hanya interpolasi matematika biasa untuk anak SMP. Untuk mencari nilai antara caranya adalah cari selisihnya bagi dua kemudian tambahkan dengan nilai terendah dari selisih tersebut.

  37. Pak Nova, salam kenal. Saya ingin menanyakan sequence instalasi instrument (instrument field work) pada konstruksi suatu plant. Kira2 secara general sequencenya bagaimana sampai dengan precom dan mechanical completion.
    Demikian, terima kasih sebelumnya..

    • Pre-Installation Check/Test/Calibration -> Bikin Support2nya -> Pasang Instrumentnya -> Hook-Up Tubing2nya -> Install/Terminate Cable-> Mechanical Completion -> Pre-comm (Individual Function Test) -> Commissioning (All Discipline involved).

  38. Salam kenal pak Nova, Mohon pencerahannya sudah lama jadi uneg-uneg saya share, Bagaimana sich sebenarnya perhitungan menentukan suatu range calibrasi flow meter magnetic flow dan dp transmitter berhubungan dengan diameter dan sudut orifice, dan bila mana harus memodifikasi memperbesar lubang orifice nya? terimakasih sebelumnya semoga pak nova sehat selalu..amiin

    • Sebentar mas…. saya masih asing dengan istilah SUDUT ORIFICE. Apakah ini bevel-nya ya?

      • oiya mas Nova, yang biasanya 45 degree itu bevel ya, ini ketentuan ,apa berhubungan dengan tebal/tipisnya plat ya? tapi kadang ada yang nggak pake sudut, terus ada lagi di atasnya ada lubang kecil ( diatas lubang tengah orifice)..trims

  39. Menentukan besar lubang orifice, bisa jadi topik pembahasan sendiri (kalo sempat dan mood ya).
    Pakai bevel atau tidak pertimbangannya pada pressure recovery. Kalau tanpa bevel pressure dropnya besar (pressure recoverynya kecil) ini digunakan untuk restriction orifice yang memang fungsinya untuk menjatuhkan pressure.
    Kalau dengan bevel pressure dropnya lebih kecil (pressure recoverynya lebih besar), ini digunakan untuk flow element yang tujuannya untuk melakukan pengukuran flowrate. Yang biasa ditemui adalah 45 degree jawaban awam adalah itu sudut optimum yang diperlukan untuk menghasilkan optimum pengukuran dengan differensial pressure. Jawaban matematis saya belum ketemu….

  40. Maturnuwun Mas Nova, meskipun still a little tapi udah nambah pemahaman saya, moga in the future will become a new topic (menentukan Range Flow) , thanks a lot n sukses selalu…Amiin.

  41. pak nova,
    minta contoh commissioning procedure untuk system Analyzer dong, gas chomatograph, H2O, CO2, Sand analyzer, Moister Analyzer, saya perlu ref. banyak nich… kirim ke (brians_el_stgg@yahoo.com
    thank ya pak nova

  42. Mas Nova, salam kenal…
    Bisa dijelaskan perbedaan antara verification & callibration? Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing?

    Terima kasih sebelumnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 91 other followers

%d bloggers like this: