Pressure Calibration

Kalibrasi Pressure / Tekanan adalah aktivitas yang dilakukan untuk memastikan bahwa zero, span, accuracy dan linearity dari suatu pressure instrument sesuai dengan nilai pressure yang sebenarnya (standard). Accuracy ditentukan dengan cara membandingkan bacaan pressure instrument dengan test gauge standard untuk beberapa titik bacaan yang dapat dilakukan secara random. Linearity ditentukan dengan memberikan increasing dan decreasing pressure dan melihat respon dari pressure instrument tersebut apakah membentuk persamaan linear atau persamaan lengkung / polynomial. Jika tidak linear maka harus dilakukan adjustment. Zero adalah nilai pressure pada kondisi tanpa tekanan (1 atmosfer). Span adalah selisih nilai maximum sampai dengan nilai minimum. Sedangkan range adalah nilai minimum sampai maksimum.

Ada 2 macam kalibrasi yang umum dilakukan dilakukan dalam project:

1. Bench Calibration yaitu membawa pressure instrument ke shop dan lakukan kalibrasi. Alat standar yang digunakan adalah DWT (Dead Weight Tester) yaitu suatu alat yang menkonvert berat mati suatu logam menjadi pressure. Karena berat adalah gaya dan gaya per satuan luas adalah tekanan. Selain dibandingkan dengan DWT yang sudah berpressure mati (tidak mungkin berubah-ubah) pressure instrument juga masih dibandingkan dengan Certified Test Gauge Standard.

presscal1 

2. Field Calibration yaitu kalibrasi di lapangan dilakukan dengan menginjeksi pressure pada pressure instrument dengan Hand Pump yang line-nya dipasang paralel dengan Certified Test Gauge Standard. Pembacaan pressure instrument harus sama dengan pembacaan Test Gauge Standard. Field calibration umumnya dilakukan hanya untuk memastikan selama proses pre-commissioning pressure instrument masih dapat bekerja dengan baik. Selain pembacaan lokal pre-commissioning juga perlu memastikan Zero, Span, Accuracy dan Linearity dari pressure yang dikirim sistem monitor (PLC/DCS).   

presscal11

Nova Kurniawan

Sarjana Teknik Fisika ITB, 2004, bekerja di J Ray McDermott

34 Responses

  1. mas, salam kenal. bisa sekalian di jelentrehkan prosedur adjustment nya gak>..:P
    thanks

  2. Salam kenal juga mas wid, kalo mas wid ada pengalaman yang bisa dishare saya mohon kiranya untuk bs menulis di blog saya ini. Adjustment pad saat kalibrasi selalu harus merefer ke manual setiap transmitter. Adjustment hanya dilakukan ketika ZERO, SPAN, LINERITY tidak menunjukkan nilai yang seharusnya. Pada transmitter jenis lama terdapay adjustment berupa screw. Maka adjustlah disana sesuai dengan nilai yang seharusnya ditunjukkan sesuai DWT or Gauge Standard.

    Adjustment seperti itukah yang ingin diketahui? Atau harus lengkap dari penyiapan alat, injeksi tekanan, adjust, finalizing dll? Complete dengan contoh.

    Salam hangat,

    Nova Kurniawan

  3. Salam kenal mas, sy kryn disebuah pers pembangkit listrik dan kebetelun sy dikasi responsible u/ kalibrasi alat- alat Instrument nah pd saat ini sy lagi bingung membuat semacam SOP U/kalibrasi mungkin mas bisa bantu. Sebelum dan sesudahnya sya ucapkan terimakasih

    Adang S

  4. Iya insyaAllah kalo saya tau and bisa, saya akan bantu mas..

  5. mas mo tanya tentang span? misal di katalog beberapa transmitter tertulis measuring span 0.75 – 100 kPa artinya apa? terus apakah span itu bisa diartikan calibrated range? trus apakah range itu bisa diartikan capability range? misal kita inginkan di scala muncul 0 – 80 kPa….bisa ga kita tentukan spannya 80 kPa? atau gimana saya masih bingung mas…oya kalau yang muncul di LCD indicator transmitter itu apa?range atau span?…makasih

  6. Span artinya sensornya bs ngedetect 0.75-100 kPa.
    Range artinya ruang lingkup dari span yang lebih kecil yang ditampilkan di LCD. Range tidak mungkin melebihi span.
    Yang muncul di LCD itu range.

  7. Coba buka Bela G Liptak deh di sana dijelaskan detail ttg span.

  8. stelah semua saya baca, semuanya bisa buat tambah ilmu. smoga bermanfaat buat yang lain juga.
    salam.

  9. A’KUM
    SY DRI MALAYSIA…SY TLH MENGHANTAR PRES. GAUGE UTK DI CALIBRATED..TEST RESULT DLM UNIT PSI…PRESS.GAUGE INI ADALAH REFRENCE DITEMPAT SAYA.MASALAH SAYA IALAH SEMASA SAYA MEMBUAT INTERNAL CALIBRATION DIMANA SATU REFRENCE GAUGE DAN SATU WORKING GAUGE…WORKING GAUGE DIBACA DLM UNIT BAR..
    SEDANGKAN REFRENCE TELAH DI CALIBRATED DLM UNIT PSI WALAUPUN ADA UNIT BAR PADA PRESS GAUGE TERSEBUT….BAGAIMANA SY HENDAK CONVERT PSI KE BAR PADA UNIT REFRENCE TERSEBUT

  10. Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..

    If your reference gauge is Digital Type I think It should not big deal to change the engineering unit from PSI to BAR. Just change it because during calibration eventhough you calibrate in PSI the reading on BAR will follow accordingly. The conversion from PSI to Bar is just only mathematic calculation matter in digital electronic. The main point is your ref gauge sensor calibrated already and display the correct result.
    If your reference gauge is Analogue type, it will have 2 unit in Dial which is PSI and BAR. If it’s calibrated in PSI so of course it will show the exact calibrated value also in BAR. You can use both PSI and BAR as reference depend on your working gauge.

  11. Mas salam kenal. Apakah mas pernah melakukan kalibrasi sampai dengan 1 mBar absolute. Masalahnya alat ukur saya membaca sampai 0 mBar, tidak mungkin kan?
    Ijin nge-link ya mas
    Thanks
    endar

  12. Hallo Mas,

    Saya lagi belajar soal Water Modelling.
    Ada hal yang Saya tanyakan tentang Kalibrasi Pressure Mas.
    Misalnya
    Data :
    500 Customer + Consumption /bulan
    5 Point pressure yang di pasang random.
    Permasalahan :
    1. Yang Saya tanyakan adalah bolehkah Saya mengidentifikasikan 1 Point Pressure untuk 100 Customer dengan perhitungan presure adalah average ?
    2. Bolehkan Saya tau maximum nilai toleransi 1 point pressure untuk mempresentasikan customer.
    3. Apakah Mas punya tutorial tentang kalibrasi data.

    Thanks banyak ya Mas

  13. Pengertian kalibrasi dalam dunia instrumentasi adalah untuk memastikan bahwa measuring instrument mengukur physical value secara akurat per alat. Konsiderasi statistik untuk sampling data untuk average assumption menurut saya sudah tidak bisa dikategorikan sebagai aktivitas kalibrasi.

    Tetapi kalau aktivitas hitung menghitung, manipulasi daya dll itu kemudian dinamakan sebagai kalibrasi data…wah itu sudah diluar dunia saya.

  14. mas nova,
    tolong dong jelasin apa yg dimaksud dengan “SPAN”
    dan apa gunanya dalam pengkalibrasian suatu alat

    thanks a lot ya

  15. Mas Nova,
    Saya pernah melakukan kalibrasi untuk Pressure transmitter merk YAMATAKE dengan DWT.
    Range operasi transmitter tsb yaitu 0 – 1250 psi untuk di tempatkan di line discharge feed gas compressor.
    Masalah datang kpada saya yaitu batu timbang dari DWT itu tidak ada yg bs menekan sampai 1250 psi. Yang ada hanya utk 1000 psi.
    Bisa gak range transmitter saya ubah dulu ke 0 – 1000 psi kmudian saya kalibrasi sperti biasa dgn DWT.
    Setelah selesai kalibrasi range transmitter tsb saya ubah kembali ke range 0 – 1250 psi.
    Bisakah metode kalibrasi ini saya terapkan…?
    terima kasih atas tanggapannya

  16. Mas Andy,

    Transmitter anda akan terkalibrasi 0 – 1000 psi. Akan tetapi begitu range anda rubah kembali ke 0 – 1250 maka transmitter anda tidak terkalibrasi. Kalibrasi pada dasarnya adalah membawa suatu transmitter pada bacaan garis bilangan linear dengan absis pressure dan ordinate 4-20 mA. Ketika anda sudah membuktikan garis bilangan linear dengan absis 0 – 1000 Psi dan ordinat 4-20 mA, tetapi kemudian anda merubah absis menjadi 0 – 1250 Psi dan ordinat tetap 4-20 mA maka garis bilangan baru anda tidak berada pada garis bilangan yang sudah terkalibrasi. Buktikan saja dengan simple skets.

  17. Mas Nova salam kenal nich,

    Mas saya mau tanya nich gimana caranya untuk menentukan jika pressure gauge tersebut masih dalam kondisi baik dan masih bisa dipakai.

    Terus terang saya kemaren waktu audit external ditanyain limit deteksi dari pressure gauge (bukan digital) tersebut ( 0 – 500 kg/cm2) dan metrology pun tidak memberikan informasi apakah instrument tersebut masih bagus atau tidak.

    Semoga mas nova bisa membantu saja secara gamblang…maklumlah saya bukan specialis di bidang instrument

    Salam,
    Beta,Mrs

  18. Jika measurement-nya masih bisa menunjukkan ZERO, FULL SPAN, ACCURATE, dan LINEAR. Dan itu harus bisa dibuktikan dalam pengujian berkala. Common range waktu yang digunakan adalah per 1 tahun. Tapi untuk instrument yang dipandang sangat kritikal harus dibawah satu tahun. Let say 6 bulan. Hasil pengujian adalah sertifikat. Dan yang ditunjukkan waktu audit adalah sertifikat tersebut.

  19. kalau kalibrasi pressure recorder gimana……

    Dibahas dong

    Salam Kenal

  20. Apa sih perbedaan significant antara pressure gauge, pressure transmitter, and pressure recorder? Meskipun sensornya mungkin berbeda, mereka tetap mengukur pressure. Hanya cara menampilkan saja yang berbeda. Kalau recorder ya bandingkan aja hasil record-nya dengan value yang seharusnya. Apakah accurate? Apakah linear? selesai..

  21. Assalamualikum Nova, terimakasih atas semua tulisannya, saya percaya sangat bermanfaat bagi semua orang.
    Tentang kalibrasi, bagaimana dengan pressure transmitter yang dilengkapi dengan fasilitas “Blind Calibration”, saya sering melakukannya terutama pada alat-alat yang baru. Apakah itu tidak termasuk dalam kategori kalibrasi ?
    Terimakasih, wassalam

  22. Blind Calibration belum pernah saya temui and hands-on lakukan sendiri pak. Ini termasuk istilah baru buat saya. Menurut artikel Robert Nowak, University of Wisconsin, Madison, Blind Calibration dilakukan bareng-bareng untuk banyak sensor di suatu network. Untuk sensor-sensor Oil & Gas yang masih menggunakan hard-wired (4-20 mA, Analog Input), saya berfikir bahwa ini bukan suatu network. Sehingga Blind Calibration tidak applicable di sini. Tetapi karena Pak Wahyudi sering melakukannya, mohon kiranya untuk bisa mensharing… Terimakasih.

  23. Transmitter Sitrans P buatan Siemens AG dilengkapi fasilitas Blind Calibration untuk setting “Start of scale” dan “Measuring span”.
    Pada Manual Sitrans P disebutkan pada section 4.3.
    “Performed with transmitter open…
    It is possible to set the start of scale and the measuring span of the Sitrans P transmitter even if there is no pressure line connected or pressure source available (‘Blind” calibration).
    1. To set start of scale : select mode 05 …
    2. To set the measuring span : select mode 06 …
    Contoh :
    Sebuah transmitter dengan maximum measuring span 16 Bar akan dikalibrasi ke measuring range 0 to 12 Bar yang sesuai dengan 4 to 20 mA.
    Start of scale 0 Bar sesuai dengan 0 % dari measuring span dan measuring span 12 bar sesuai dengan 75 % dari maximum measuring span.
    Jadi untuk Start of scale, set nilai “0,00″ pada mode 05
    untuk measuring span, set nilai “75,00′ pada mode 06.
    Demikian kira-kira…

  24. Metode seperti pada Sitrans P menurut saya bukan termasuk kalibrasi, tetapi lebih tepat disebut Blind Setting/Adjustment Zero or Span. Terminologi kalibrasi harus melibatkan alat ukur reference/pembanding standard yang sudah terkalibrasi ke lembaga kalibrasi lain (certified) yang bisa ditelusuri riwayatnya sampai Laboratorium yang memiliki standard engineering unit itu. Nah perubahan adjustment ZERO dan FULL SPAN pada transmitter without applied pressure, saya lebih cenderung menyebutnya Blind Setting / Blind Adjustment. Transmitter hanya mengubah kapan ia mengirim 4 mA dan kapan mengirim 20 mA, kemudian bikin linearisasi baru.

  25. Slmt mlm..
    blh minta bantuan ga mas?

    saya blm tau definisi secara luas dari pressure gauge dan orifice check valve dalam sistem pneumatic??

    thank’s ya mas..

  26. Yang dimaksud ‘luas’ apa ya pak? Ini definisi aja Pressure Gauge adalah measurement device yang mengukur pressure dalam gauge (dengan reference atmosfer) menjadi gerak pointer yang terskala. Sensor yang dipake adalah bourdon tube yang ketika mendapat tekanan maka akan molor. Maka moloran itu yang discale dalam satuan engineering.
    Orifice adaah sebuah hole window yang dipasang untuk menghasilkan perubahan kecepatan, dan perubahan pressure.
    Check valve adalah sebuah valve untuk menghalangi flow yang berlawanan dan meneruskan yang searah.

  27. Cuma share aja ni pak novan.. moga sukses selalu…

    Kayaknya masih banyak tmen2 yang bertanya tentang span, range, dsb…

    Simplenya adalah :

    Span : batas ukur yang dapat kita gunakan
    Range measurement : batas ukur yang kita tentukan pada suatu alat
    Range Instrument : kemampuan ukur suatu peralatan.

    Akurasi umumnya merupakan batas kesalahan terbesar yang masih diperbolehkan
    4 macam pernyataan akurasi :
    – Persen dari pembacaan/setting
    – Persen dari scala penuh/nilai rata-rata
    – Digit
    2 digit = 2 x sensitivitas dari alat
    = 2 x 0.001 = 0.002
    – Satuan
    0.01μV

    resolusi : kemampuan suatu instrumen untuk merespon dan mendeteksi perubahan sekecil apapun.

    sensitivity : perubahan input terkecil yang dapat diterima oleh instrument.

    MENGAPA PERLU KALIBRASI ?
    Memastikan integritas barang yang
    digunakan dalam operasional , Untuk menjamin mutu hasil proses, Kalibrasi yang dilakukan secara terus
    menerus dapat dijadikan acuan untuk menilai
    kembali validitas suatu peralatan, Sesuai dengan persyaratan standar ISO 9000 tentang pengendalian peralatan Inspeksi Pengukuran dan Pengujian.

  28. Nova,

    Minta penjelasan nih, saya bermaksud untuk mengkalibrasi PI range 0-100 psi, masalahnya pada DWT saya weight carriernya 200 psi, bisa di info ga dimana saya harus mencari weight carrier DWT GE sensing model P-3114, atau ada metode yang lain.

  29. Sekalian tanya lagi nih, Pernah pake Test gauge GE sensing DPI104 kan?? kan rangenya 0-10000 psi, gimana sih caranya menampilkan pembacaan 2 desimal misalnya 500.25 psi pada DPI104 tersebut ??

  30. 1) Mau kalibrasi 100 psi pake pemberat 200 psi. Line pressurenya diparallel aja pake Test Gauge 100 psi sebagai reference. Jadi weightnya untuk supply pressure aja bukan sbg calibrator. Ato kalo ada weight 1000 psi untuk kalibrasi 100 psi. DWT nya ngasih scaling mau pake lower atau upper. Tapi sy belum sempat pelajari gmn cara convertnya shg bs dipilih. 2) Pertanyaannya sangat manual base sekali bukan konsep. DPI 104 saya pernah pake dan pernah merubah desimal dgn mengikuti petunjuk dari user manualnya 2 tahun lalu. Untuk menceritakan kembali tanpa pegang DPI-104 dan manualnya (langsung sambil coba) saya mengalami kesulitan. Mungkin teman-teman teknisi di lapangan yg daily pegang DPI-104 ini bisa membantu mas fahmi? Thanks

  31. Nova
    Melanjutkan pertanyaan saya ada lagi nih yang mau saya tanyain tentang DPI 104 saya itu. DPI saya resolusinya adalah 1 psi jadi ga bisa baca angke desimal dibelakang, seandainya unit di DPI 104 saya rubah ke unit bar pembacaan desimal baru terbaca.
    Pertanyaannya kalo kita mua reporting hasil kalibrasi dengan unit psi namun metode yang digunakan mengukur dengan unit bar kemudian dikonversikan ke psi apakah boleh?
    Ini ditujukan untuk mendapatkan keakuratan pengukuran dengan menghasilkan angka desimal setidaknya dua desimal.

    • Kalao saya berpendapat dengan common practice harus sesuai dengan unit aslinya di report kemudian diikutkan unit konversinya. Tapi saya tidak tau apakah calibration report ada standard ISA-nya.

  32. Askm Wr Wb Mas Nova,

    Salam kenal.

    Mas, saya punya kalibrator untuk pressure yang kapasitasnya mulai dari -250 Pa – 250 Pa. Di Indonesia dimana saja ya lembaga resmi yang bisa melayani jasa kalibrasi.

    Mohon informasinya ya.

    Terimakasih,

    Aan

  33. Saya cuman pernah pake Sucofindo dan Berca Herdaya Perkasa

Leave a Reply