Thermocouple adalah dua logam yang didekatkan yang apabila terpapar oleh kalor dengan suhu tertentu akan menghasilkan beda potensial or mV yang sebanding dengan perubahan temperature (Seebeck Effect). RTD adalah resistance temperature detector, sensor ini akan menghasilkan perubahan resistance seiring dengan perubahan temperature. Kedua hal di atas adalah sensor-sensor yang umum digunakan di industri oil and gas untuk mengukur temperature. Kedua besaran di atas yaitu mV dan Ohm akan dilinierisasi dan diconvert menjadi 4-20 mA oleh transmitter. Bagaimana menkonvert perubahan mV menjadi 4-20 mA? dan bagaimana mengkonvert perubahan besaran Ohm menjadi 4-20 mA? Silahkan anda membuat rangkain untuk itu dengan sumber tegangan tetap sebesar 24 VDC.
Ada banyak type sensor RTD dan TC namun yang biasa saya temukan dalam pekerjaan saya adalah Pt-100 (RTD) dan Type-K (TC). Hitungan matematika yang biasa digunakan untuk menghubungkan temperature dengan mV dan Ohm biasanya hanya tertinggal di meja teori. Praktisnya anda harus memiliki Tabel Standar yang menunjukkan hubungan mV dan Ohm dengan temperature. Umumnya teknisi bekerja berdasarkan tabel itu.
Bagaimana melakukan kalibrasi?
Bench Calibration dilakukan di dalam shop dengan membandingkan dengan temperature gauge standar. Dahulu kala dikenal istilah sand bath atau oil bath yang bisa dipanaskan. Temperature Gauge standar dimasukkan ke dalam bath bersama dengan temperature instrument yang hendak dikalibrasi. Increase and decrease temperature pada sand bath sehingga didapatkan akurasi value dan linearity pada temperature instrument. Sekarang dikenal istilah Jofra (Trade Mark) yang menggantikan sand bath sebagai tungku pemanas. Jofra dengan electricity power memiliki element pemanas yang akan menghasilkan controlled temperature. Controlled temperature ini yang akan digunakan sebagai referensi untuk melakukan kalibrasi.
Ambient temperature adalah juga tolok ukur yang penting untuk mengecek apakah sebuah temperature instrument bekerja atau tidak. Ketika temperature instrument dalam kondisi non operasi tidak menunjukkan ambient maka tanda-tanda bahwa ada masalah dengan instrument tersebut.
Pre-commissioning / Function and Loop Test
Function test dilakukan On-site setelah temperature instrument hooked up. Langkah awal dari loop test tentu saja adalah wiring test or continuity and polarity test. Kemudian plug-in knife switch, temperature instrument harus menunjukkan nilai ambient temperature pada display. Namun jika display tidak menyala hendaknya dire-check wiring, polarity dan power supply ke instrument. Demikian halnya di operating station harus menunjukkan kalau temperature instrument healthy. Jika masih terdapat status IOP maka abnormality harus segera direpair. Troubleshooting adalah kegiatan yang harus dilakukan per tahap. Sampai cara paling akhir adalah dengan komparasi interchange modul, hanya untuk membuktikan bahwa modul transmitter masih baik atau sudah rusak. Ketika ditemukan modul transmitter rusak, tahap commissioning hanya bisa report & klaim. Repair untuk modul transmitter diperlukan expertize khusus. Bahkan mungkin seorang maintenance engineer lebih mengerti bagaimana untuk melakukan repair.
Tahap simulasi on site pada tahap pre-commissioning ditujukan kepada check transmitter. Karena injeksi signal dilakukan dari input transmitter. Dalam hal ini signal injector berfiungsi untuk menggantikan elemen sensor. RTD type sensor dapat disimulasikan dengan decade resistance box dan Thermocouple type sensor dapat disimulasikan dengan mV injector. Kenaikan temperatur yang linear tidak akan menghasilkan sensor signal yang linear tapi cenderung logaritmik. Oleh karena itu fungsi transmitter untuk kembali melakukan linearisasi dengan membalik fungsi logaritmik tersebut.
Masih banyak aspek yang bisa dipelajari tentang temperature instrument. Tapi keterbatasan pengetahuan murni penulis, artinya tidak copy paste atau mencomot dari tulisan lain, membuat tulisan ini menjadi pendek. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman semoga tulisan ini makin lengkap.
Ada pertanyaan yang saya terima dari pembaca blog tentang perbedaan Thermocuple & RTD?
Di pembahasan diatas sudah sekilah saya bahas, namun tidak ada salahnya saya tambahkan kisah ini. Bahwa Thermocouple sensor digunakan berbasis kepada pernyataan Thomas Seebeck bahwa perubahan suhu dependence atau mempengaruhi voltage yang ditimbulkan oleh dua metal yang berbeda apabila disambungkan di kedua ujung. Voltage tersebut disebut Seebeck Voltage (milliVolt). Kabel dari thermocouple ke transmitter umumnya adalah 1 pair cable ( 2 wire). Kemudian RTD sensor digunakan berbasis kepada pernyataan Sir Humphrey Davy bahwa perubahan resistance dari suatu logam tertentu dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu. Logam yang secara fisis memiliki wide range perubahan resistance terhadap perubahan suhu adalah Platinum. Untuk mengolah perubahan resistance menjadi informasi elektrik maka dibuatlah rangkain bridge. Rangkaian inilah yang menjadi acuan berapa wire yang dipake dari sensor ke transmitter 2 wire, 3 wire, or 4 wire. Tapi normal yang saya itemui adalah 3 wire.
Nova Kurniawan
Sarjana Teknik Fisika ITB, 2004, sekarang bekerja di J Ray McDermott.
Filed under: Engineering
assalamualaikum, selamat tahun baru hijiah 1429H.
Ditunggu nih tulisan selanjutnya.
Perkenalkan, aku Andy. Aku sering ngikuti tulisan mas nova neh especially ttg instrumentasi. Maklumlah aku freshgraduate yg baru mau memulai meniti karir di LPG Plant.
Aku tunggu tulisan neh ttg thermocouple krn aku lg pgn tau byak khususnya buat control furnace di hot oil system kmi.
smoga ini mnjadi awal yg baik utk sharing terus ttg instrumentasi. Thanks!
Thanks mas Novriandy. Saya justru mengharapkan mas Novriandy untuk menyumbangkan tulisannya. Di hot oil system yang kami gunakan projek yang lalu semua temperature-nya menggunakan thermocouple juga. Saya lagi stuck nih.. apa yang perlu saya ceritakan lagi heehee ttg thermocouple. Ada idee?
Thanks sekali lagii
salam kenal mas nova…
saya mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi UGM dan kebetulan sedang tertarik dengan sistem kontrol dan atomatisasi yang tentu saja masih sangat minim pengalaman.
saya senang sekali bisa keteu dengan Blog ini, semoga bisa bermanfaat buat kedepan nanti… thanks…
Ass. Alkm, slm knl mas nova aku ingin belajar bnyk dr tulisan mas karna ku bekerja di bidang instrument industry. Dan ku msh blank tntang intrument. Tlng bantu aku mas. Thanx’s
Saya saat ini bekerja di Perusahaan baja di Hot Rolling Mill Section, Saat ini sedang in charge di Reheating Furnace Revamp, saya banyak bekerja dengan Servomotor, Flow Transmitter & Pressure Transmitter (Rosemount),Thermocouples K & S, RTD, Pressure switches, dll….. banyak instrumentasi untuk mengatur flow & tekanan udara & Gas…
Tolong infonya dong jenis2 instrumentasi & control system apa saja yang saya butuhkan pengetahuannya agar dapat pindah ke Oil & Gas Field??
mas ada data tentang instrumentasi furnace
terimakasih
Saya belom pernah mengerjakan furnace..jd tidak ada datanya
Buat Mas Fajri: Just follow the discussion in OIl&Gas mailing list or at least follow keep in touch to my blog
ass. wr.wb
lam knal mas. mas boleh mointa label Standar yang menunjukkan hubungan mV dan Ohm dengan temperature ga mas (RTD & thermocouple).saya baru terjun dibidang ini mas.suwon ya mas.wass
Download aja mas di internet banyak……
asssalamualaikum…
gak pernah bosan rasanya membaca tulisannya…
tapi ada yang mengganjal sedikit, apakah RTD atau TC bisa dikalibrasi ? menurut saya yang bisa dilakukan hanyalah pemeriksaan saja, apakah pengukurannya masih sesuai dengan tabel referensinya atau tidak. Karena pada TC atau RTD tidak terdapat fasilitas untuk adjusting, sehingga tidak bisa dilakukan kalibrasi.
RTD juga ada yang berbahan nikel yang memang dalam pemakaian umum agak jarang digunakan.
Waalaikum salam warahmatullah wb Pak Yudi;
Saya ketika nulis itu yang terbayang waktu melakukan kalibrasi modul TC yang jadi satu ama transmitternya. Jadi pemanas memanaskan TC kalibrasinya masih 4-20 mA pd transmitter. Pada kasus RTD dengan element yang terpisah dengan transmitter, iya betul Pak Yudi, tidak ditemukan adjustment untuk element. Jadi kalibrasinya harus bareng2 keduanya, adjustment di transmitter. Karena concern saya, kalo kalibrasi hanya dilakukan di transmitter dengan simulasi dari meter, ini nggak aktual, siapa tau sensornya sudah tidak bekerja. Wassalamualaikum
Assalam….
Wah ketika saya liat2 blog ini, saya jadi minder, saya dulu kuliah di tek. manufaktur. Tetapi sekarang saya lagi tertarik dengan instrumentasi marine and oil gas.
Sebenarnya saya ga tau sama sekali tentang ilmu ini. Sebenernya instument itu apa? Trus ada yang bisa ngasih tahu aq EBOOK atau REFERENSI BUKU untuk belajar dasar instrument?
Terimakasih….
Eh maaf tadi aq blom centang (v)
options Notify of follow up commnets via email.
Instrument itu alat untuk mengukur-mengolah-mengontrol dengan melakukan aksi thd process atau manufacturing. Kalao untuk Oil & Gas Hand-Booknya pake B.G. Liptak aja “Process Measurement”, “Process Control”, ada juga seri selanjutnya yang saya belum pernah baca.
Mas! Seneng bgt bisa ketemu ama blog ini. Saya cuma calon teknisi Instrument di JOB Pertamina Hess Jambi Merang yang baru operasi pertengahan 2010. Saya kenal instrumentasi cuma selama 4 bulan di pusdiklat migas cepu, sekarang lagi magang di co2 removal subang. Saya akan selalu nunggu karya-karya mas nova.
Oh ya, bisa kasih penjelasan tentang magnetik level meter mas! Thanks be4!
Mas Ikhsan, thanks for visiting my blog. Wah CO2 removal pasti banyak instrument & control-nya. Boleh dong share ttg CO2 removal dr sisi instrument & control systemnya.