<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dry-Wet Reference Leg; Level Instrument</title>
	<atom:link href="http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/</link>
	<description>A Professional Community of Automation and Instrumentation</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:44:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: novakurniawan</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-466</link>
		<dc:creator>novakurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 08:04:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-466</guid>
		<description>Tangki Propane dibagi 2 maksudnya: Satu tangki disekat jd dua atas bawah? Satu tangki disekat jadi 2 kiri dan kanan?

Glycol diisikan ke tubing 1/2&quot; dan dikoneksikan ke upper-side dari vessel? Ini vessel kan..bukan tangki? 

Apakah uap dari propane-nya bisa juga masuk ke tubing 1/2&quot;? Atau ada sealnya?

Hanya ketinggian yang bisa merubah Differensial Pressure. Ketika volume ditambah tapi ketinggian liquid yang menekannya sama, maka DP tidak berubah. Konsep dasar liquid pressure adalah berbicara ttg ketinggian liquid terhadap dasar yg hendak diukur. Bukan Volume...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tangki Propane dibagi 2 maksudnya: Satu tangki disekat jd dua atas bawah? Satu tangki disekat jadi 2 kiri dan kanan?</p>
<p>Glycol diisikan ke tubing 1/2&#8243; dan dikoneksikan ke upper-side dari vessel? Ini vessel kan..bukan tangki? </p>
<p>Apakah uap dari propane-nya bisa juga masuk ke tubing 1/2&#8243;? Atau ada sealnya?</p>
<p>Hanya ketinggian yang bisa merubah Differensial Pressure. Ketika volume ditambah tapi ketinggian liquid yang menekannya sama, maka DP tidak berubah. Konsep dasar liquid pressure adalah berbicara ttg ketinggian liquid terhadap dasar yg hendak diukur. Bukan Volume&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andy odank</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-463</link>
		<dc:creator>andy odank</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 23:27:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-463</guid>
		<description>Mau sharing lagi mas nova,

Di tempat saya ada tanki propane yg dibagi dua. Disetiap tanki dipasang level transmitter dgn type wet leg. 
Untuk setiap transmitter di isi dengan glycol di impulse line low utk menghindari propane yg ter-kondensasi. 

Masalah yg timbul adalah pembacaan setiap transmitter berbeda. Padahal semua konstruksinya sama. Kadang bila pembacaan mulai tidak sesuai level glass, glycol di make up,apabila kelebihan maka glycol di drain. Akan tetapi utk transmitter A, bila di make up glycol, pembacaan msh tidak sm dgn level glass. Transmitter lebih tinggi dr level glass.

Seharusnya bila di make up glycol, pembacaan turun mendekati level glass. Akan tetapi disini glycol sdh penuh tetapi transmitter tdk bs turun. Transmitter udah pernah diganti dgn type yg sama tp hasilnya sama.

Saya pernah ganti koneksi tubing menggunakan tee 1/2&quot; dan disambung dgn pipe nipple dgn tujuan volume glycol bertambah dan diharapkan bs menekan sensor sehingga DP jg bertambah. Akan tetapi hasilnya msih sama, tidak ada perubahan pada pembacaan transmitter. 

Mas Nova ada saran..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau sharing lagi mas nova,</p>
<p>Di tempat saya ada tanki propane yg dibagi dua. Disetiap tanki dipasang level transmitter dgn type wet leg.<br />
Untuk setiap transmitter di isi dengan glycol di impulse line low utk menghindari propane yg ter-kondensasi. </p>
<p>Masalah yg timbul adalah pembacaan setiap transmitter berbeda. Padahal semua konstruksinya sama. Kadang bila pembacaan mulai tidak sesuai level glass, glycol di make up,apabila kelebihan maka glycol di drain. Akan tetapi utk transmitter A, bila di make up glycol, pembacaan msh tidak sm dgn level glass. Transmitter lebih tinggi dr level glass.</p>
<p>Seharusnya bila di make up glycol, pembacaan turun mendekati level glass. Akan tetapi disini glycol sdh penuh tetapi transmitter tdk bs turun. Transmitter udah pernah diganti dgn type yg sama tp hasilnya sama.</p>
<p>Saya pernah ganti koneksi tubing menggunakan tee 1/2&#8243; dan disambung dgn pipe nipple dgn tujuan volume glycol bertambah dan diharapkan bs menekan sensor sehingga DP jg bertambah. Akan tetapi hasilnya msih sama, tidak ada perubahan pada pembacaan transmitter. </p>
<p>Mas Nova ada saran..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novakurniawan</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-435</link>
		<dc:creator>novakurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:46:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-435</guid>
		<description>Pak Yudi,

Ooo..problemnya pada connection threadnya. Saya fikir kalau masalahnya di connection threadnya, bisa saja connectionnya dirubah menjadi flange type. Materialnya dipesan yang carbon steel atau stainless.
Menurut saya tidak masalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi,</p>
<p>Ooo..problemnya pada connection threadnya. Saya fikir kalau masalahnya di connection threadnya, bisa saja connectionnya dirubah menjadi flange type. Materialnya dipesan yang carbon steel atau stainless.<br />
Menurut saya tidak masalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyudi</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-434</link>
		<dc:creator>wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 06:14:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-434</guid>
		<description>betul sekali mas Nova, kami juga ada pasang beberapa buah untuk pengukuran level sea water dan level sedimentation. Tapi untuk sistem di Vessel yang bertekanan tinggi saya pikir Ultrasonic tidak didisain untuk itu, karena connection thread nya juga terbuat dari bahan non baja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul sekali mas Nova, kami juga ada pasang beberapa buah untuk pengukuran level sea water dan level sedimentation. Tapi untuk sistem di Vessel yang bertekanan tinggi saya pikir Ultrasonic tidak didisain untuk itu, karena connection thread nya juga terbuat dari bahan non baja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novakurniawan</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-433</link>
		<dc:creator>novakurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 00:20:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-433</guid>
		<description>Pak Yudi,

Ultrasonic dipasang pada top vessel atau tank. Dia tidak mensensor tekanan, tapi mengirim ultrasound signal dan menerima pantulannya. Saya belum pernah membaca bahwa pressure di top vessel bisa mempengaruhi signal ultrasound. Sehingga saya fikir pressure tidak menyebabkan masalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi,</p>
<p>Ultrasonic dipasang pada top vessel atau tank. Dia tidak mensensor tekanan, tapi mengirim ultrasound signal dan menerima pantulannya. Saya belum pernah membaca bahwa pressure di top vessel bisa mempengaruhi signal ultrasound. Sehingga saya fikir pressure tidak menyebabkan masalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: endar</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-431</link>
		<dc:creator>endar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 01:50:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-431</guid>
		<description>terima kasih mas. meskipun sudah lama pakai baru tahu prinsip kerjanya sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih mas. meskipun sudah lama pakai baru tahu prinsip kerjanya sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyudi</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-428</link>
		<dc:creator>wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 08:19:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-428</guid>
		<description>dengan menggunakan sistem DP baik capillary  maupun Dry/Wet leg sepertinya bukan pilihan yang baik ya....karena sifat lumpur nya kan bisa aja kental sekali atau setengah kental gitu, hehe...
bagaimana dengan pilihan yang sedikit mahal, misalnya Ultrasonic, tapi kendalanya pada tekanan, karena dengan metoda Ultrasonic sensornya tidak didisain untuk dipasang pada tempat yang bertekanan, atau saya salah...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dengan menggunakan sistem DP baik capillary  maupun Dry/Wet leg sepertinya bukan pilihan yang baik ya&#8230;.karena sifat lumpur nya kan bisa aja kental sekali atau setengah kental gitu, hehe&#8230;<br />
bagaimana dengan pilihan yang sedikit mahal, misalnya Ultrasonic, tapi kendalanya pada tekanan, karena dengan metoda Ultrasonic sensornya tidak didisain untuk dipasang pada tempat yang bertekanan, atau saya salah&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novakurniawan</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-424</link>
		<dc:creator>novakurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 00:17:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-424</guid>
		<description>Pak Yudi,

Menurut saya, lumpur pasti akan mengganggu pengukuran sisi bottom tangki. Apalagi lumpurnya mengumpul dbottom tangki. Selain masalah fisik penyumbatan saya kira akumulasi lumpur yang tidak terkontrol akan mengganggu perhitungan static pressurenya. Kecuali kalo pengaruh lumpur sudah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga bs dilakukan konversi (perubahan setting SG misalnya dll) untuk mengkompenasasi keberadaan lumpur. Kalo pakai DP capillary pengaruh fisik lumpur terhadap penyumbatan sepertinya tidak akan terjadi. Hanya gangguan perhitungan static pressure pasti masih terjadi. Hmmm.... menurut pak Yudi bagaimana yahh?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yudi,</p>
<p>Menurut saya, lumpur pasti akan mengganggu pengukuran sisi bottom tangki. Apalagi lumpurnya mengumpul dbottom tangki. Selain masalah fisik penyumbatan saya kira akumulasi lumpur yang tidak terkontrol akan mengganggu perhitungan static pressurenya. Kecuali kalo pengaruh lumpur sudah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga bs dilakukan konversi (perubahan setting SG misalnya dll) untuk mengkompenasasi keberadaan lumpur. Kalo pakai DP capillary pengaruh fisik lumpur terhadap penyumbatan sepertinya tidak akan terjadi. Hanya gangguan perhitungan static pressure pasti masih terjadi. Hmmm&#8230;. menurut pak Yudi bagaimana yahh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyudi</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-422</link>
		<dc:creator>wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:29:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-422</guid>
		<description>mas Nova, bagaimana bila level tangki yang diukur tersebut sering mengandung lumpur, bila instrumen existing nya pake metode Wet/Dry Leg, pasti nggak benar pengukurannya, saya pernah mempertimbangkan untuk memasang filter atau strainer di sisi bottom, tapi kan repot membersihkannya...
Dan tentang sistem DP Capilary, karena ditempat saya belum dijumpai, tolong pencerahannya, thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas Nova, bagaimana bila level tangki yang diukur tersebut sering mengandung lumpur, bila instrumen existing nya pake metode Wet/Dry Leg, pasti nggak benar pengukurannya, saya pernah mempertimbangkan untuk memasang filter atau strainer di sisi bottom, tapi kan repot membersihkannya&#8230;<br />
Dan tentang sistem DP Capilary, karena ditempat saya belum dijumpai, tolong pencerahannya, thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novakurniawan</title>
		<link>http://novakurniawan.wordpress.com/2009/04/07/dry-wet-reference-leg-level-instrument/#comment-359</link>
		<dc:creator>novakurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 00:29:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novakurniawan.wordpress.com/?p=631#comment-359</guid>
		<description>Mas Andy,

Menurut pendapat saya:
Pemasangan LP / HP di Bottom atau Top hanya menyebabkan transmitter dalam range negative atau positive serta sedikit konversi SG karena di dalam tubing di isi oil/glycol yang berbeda dengan liquid dalam vessel. Ketika semua konversi dan perhitungannya tepat maka tidak ada masalah dengan pengukuran. 

Beda tekanan static di dalam storage tidak hanya disebabkan oleh liquidnya sama atau beda, tetapi oleh hydrostatic pressurenya. Hydrostatic pressure ditentukan oleh specific gravity dan head dari liquid. Ketika and amemiliki propane di dalam wet leg setinggi 100 Inchi maka HP mas Andi adalah 100 InPropane. Sedangkan di LP tekanannya adjustable sesuai dengan propane level dari liquid. Pimilihan ketinggian wet leg HP harus tepat sama dengan 100% propane level di dalam vessel. Jadi ketika Vessel kosong HP=100 InPropane, LP=0 InPropane, Ketika Vessel penuh HP=100 InPropane, LP=100 InPropane. Range yang didapatkan adalah 100 InPropane (0%) to 0 InPropane (100%). Jadi kejanggalan bahwa liquid yang sama tidak bisa dideteksi perbedaan pressurenya pada HP/LP adalah tidak tepat.

Ketika kondensasi sudah bisa dieliminate dengan berbagai metode teknologi pengukuran (ie dengan capilary) maka menurut saya terminologi dry/wet leg sudah tidak tepat lagi untuk dibahas. Saya katakan ini sudah obsolete. Kalau ada rekans ada yang urun pendapat kenapa ini masih perlu digunakan saya persilahkan.

Kalau diberikan pilihan DP capilary atau Wet/Dry Leg, saya fikir tanpa harus menganalisa secara teknis, DP Capilary pasti bisa take-over tugas Wet/Dry Leg. Dengan demikian tetap saya berpendapat Dry/Wet Leg sudah obsolete dan ketinggalan jaman.

Prinsip perhitungan range secara prinsip ada di manual dulu itu di id-instrumentation@googlegroups.com , konsep dasarnya kan bagaimana menghitung hydrostatic pressure sebagai efek dari ketinggian dan specific gravity.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Andy,</p>
<p>Menurut pendapat saya:<br />
Pemasangan LP / HP di Bottom atau Top hanya menyebabkan transmitter dalam range negative atau positive serta sedikit konversi SG karena di dalam tubing di isi oil/glycol yang berbeda dengan liquid dalam vessel. Ketika semua konversi dan perhitungannya tepat maka tidak ada masalah dengan pengukuran. </p>
<p>Beda tekanan static di dalam storage tidak hanya disebabkan oleh liquidnya sama atau beda, tetapi oleh hydrostatic pressurenya. Hydrostatic pressure ditentukan oleh specific gravity dan head dari liquid. Ketika and amemiliki propane di dalam wet leg setinggi 100 Inchi maka HP mas Andi adalah 100 InPropane. Sedangkan di LP tekanannya adjustable sesuai dengan propane level dari liquid. Pimilihan ketinggian wet leg HP harus tepat sama dengan 100% propane level di dalam vessel. Jadi ketika Vessel kosong HP=100 InPropane, LP=0 InPropane, Ketika Vessel penuh HP=100 InPropane, LP=100 InPropane. Range yang didapatkan adalah 100 InPropane (0%) to 0 InPropane (100%). Jadi kejanggalan bahwa liquid yang sama tidak bisa dideteksi perbedaan pressurenya pada HP/LP adalah tidak tepat.</p>
<p>Ketika kondensasi sudah bisa dieliminate dengan berbagai metode teknologi pengukuran (ie dengan capilary) maka menurut saya terminologi dry/wet leg sudah tidak tepat lagi untuk dibahas. Saya katakan ini sudah obsolete. Kalau ada rekans ada yang urun pendapat kenapa ini masih perlu digunakan saya persilahkan.</p>
<p>Kalau diberikan pilihan DP capilary atau Wet/Dry Leg, saya fikir tanpa harus menganalisa secara teknis, DP Capilary pasti bisa take-over tugas Wet/Dry Leg. Dengan demikian tetap saya berpendapat Dry/Wet Leg sudah obsolete dan ketinggalan jaman.</p>
<p>Prinsip perhitungan range secara prinsip ada di manual dulu itu di <a href="mailto:id-instrumentation@googlegroups.com">id-instrumentation@googlegroups.com</a> , konsep dasarnya kan bagaimana menghitung hydrostatic pressure sebagai efek dari ketinggian dan specific gravity.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
