Mechanical Completion; the Way to Pre-Comm/Comm

At least two persons I found, they have statement and question why there is only mechanical completion before pre-commissioning and commissioning in EPC project? Why didn’t we come up with electrical completion, piping completion, process completion or instrument completion as well? Why do we talk about mechanical only?. Who did define the meaning of mechanical completion and what kind of activity is going to do? I believe there are many differences on people understand and opinion about mechanical completion, pre-commissioning, and commissioning, it will depend on company they have been working.

Mechanical Completion Handbook, A. Dynowski, dari Omega mendefinisikan Mechanical Completion means all checking, verification and testing of fabrication, construction and installation work performed by the respective contractors & sub-contractors in order to confirm that the applicable Rules, Regulations, Codes & Standards are being met and that the Project requirements as shown on the design drawings and outlined in the specifications are fulfilled. The system shall be preserved and ready for Commissioning when Mechanical Completion is completed.

Definisi yang menjadi acuan di EPC company tempat saya bekerja adalah Mechanical Completion is the stage when physical fabrication scope of work has been completed. It demonstartes that all structures, equipments, electrical, piping, and instrumentation have been installed in accordance with the applicable design drawing and specification and dry, static, non-operating test have been fully carried out. 

Suatu oil company di Australia yang pada saat artikel ini ditulis sedang membangun the biggest jacket platform in asia pacific memberikan cakupan aktivitas Mechanical Completion project-projectnya sebagai berikut:  Piping Hydrotest and Re-instatement (Flange Management termasuk di dalamnya), N2He leak test, Mechanical equipment allignment, Ductwork pressure testing, Insulation and continuity cable testing, Instrument and hydraulic tube pressure testing, Hydraulic tube cleanliness flushing, Instrument calibration, Relief & Safety valve pop testing and certification, Control Valve dan shutdown valve calibration dan  tagged devices and equipments installation acceptance.

Dari tiga acuan di atas tampaknya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa Mechanical Completion adalah multidiscipline construction, installation acceptance and non-operating test acceptance of oil & gas facility construction work. Jadi terminology MC digunakan untuk seluruh discipline engineering ketika sudah mencapai phase mechanically complete. Menurut referensi yang penulis miliki dan pengalaman international project selama ini, mechanical completion berbeda dengan pre-commissioning. Mechanical completion adalah aktivitas sebelum pre-commissioning. Mechanical completion adalah aktivitas finishing dari construction work, nah sedangkan pre-commissioning adalah aktivitas testing permulaan sebelum commissioning pada “operating energized state” untuk setiap individual discipline dan individual tagged device atau equipment.

Jika di summary break-down tiap disiplin akan terlihat sebagai berikut:

Perbedaan pendapat tentu saja masih terjadi tentang aktivitas project finishing pada paragraf-4 di atas termasuk sebagai MC atau pre-comm. Salah satu contoh adalah aktivitas hydraulic cleanliness flushing pada paragraf-4 digolongkan sebagai MC. Tetapi ketika saya membaca majalah Offshore, edisi November 2009, Andrew Bartlet dalam artikel Practical consideration for marine hydraulic control system on FPSOs memasukkan aktivitas flushing tersebut sebagai kegiatan pre-comm/comm. Which one is true? Well, we shall back to project contract agreement if we get  unsolved dispute. 

Mechanical Completion dijalankan dengan cara melakukan aktivitas inspeksi dan test untuk setiap individual piping test pack, tagged device dan equipment  untuk tiap-tiap engineering discipline. Inspeksi dan Test tersebut direcord ke dalam MC-ITR. Kumpulan MC-ITR  dari berbagai discipline yang menunjang proses tertentu dikumpulkan menjadi sub-system MC acceptance. Kumpulan dari sub-system dikumpulkan menjadi MC system acceptance. Tetapi ada pula engineering discipline yang tidak ikut secara langsung telibat dalam oil & gas processing equipment yaitu structural, painting, marking, dan coating. Discipline ini menggenerate MC berdasarkan acceptance Zone atau Area yang sudah disepakati.

Pembagian system/sub-system menjadi hal yang krusial pada mechanical completion phase. System/sub-system MC harus didevelop dari commissioning point of view, bukan dari construction point of view. System / sub-system berisi boundary (limit) dari equipment, perpipaan, instrument, valve, pompa, motor, dll yang diperlukan untuk menjalankan suatu fungsi operasi tertentu pada platform. Contoh system-system tersebut antara lain Power Generation System, Diesel Fuel System, Instrument Air System, Control System, Heating Medium System, etc.  Commissioning Engineer harus sepenuhnya 100% mengetahui setiap equipment, instrument, wiring, piping, valve, pompa, motor, MCC, dan control apa saja yang diperlukan untuk merunning suatu system. Dari pemahaman tersebut maka akan dikeluarkan mark-up pembagian system/sub-system drawing dengan berbasis kepada P&ID untuk instrument, piping, dan mechanical, single line diagram untuk electrical, lay out atau schematic drawing untuk f&g, telecomm, paga, dan control system. Mark-up itu sebagai guidance pembagian facility oil & gas berdasarkan fungsinya. Sedangkan Mark-up drawing untuk non-tagged device / non-equipment sistem proses i.e. structural, painting, coating, & marking mark-up drawing berdasarkan lay out drawing system/sub-system zone atau area acceptance yang telah disepakati.

Kemudian equipment, piping dan tagged item untuk mechanical, electrical, instrument, telecomm, dan paga dilist untuk diassignkan MC-ITR yang tepat dan dikelompokkan ke dalam system/sub-system tersebut. Puluhan ribu data didapatkan dan perlu diolah dan direcord. Untuk mengolah puluhan ribu data tersebut dengan setiap tagged item bisa diassign satu atau lebih  MC-ITR maka computerized database system harus digunakan untuk mengontrol mechanical completion. Contoh dari computerized MC database adalah PIMS yang bekerja under microsoft access sebagai salah satu bentuk Completion Management System (CMS).

Prioritas penyelesaian mechanical completion juga harus disusun berdasarkan commissioning point of view. Contoh: jika ada system-system berikut Instrument Air System, Diesel Fuel system, Heating Medium System, Control System, Power Distribution System dan Power Generation System maka system mana yang hendak diselesaikan terlebih dahulu?  Construction point of view tentu akan mendasarkan pengerjaan konstruksi berdasarkan fabrication sequence, available material, accessibility, dan mungkin saja pada pekerjaan yang menghasilkan banyak progress report dengan productivity yang bagus. Mechanical completion akan  memiliki cara pandang berbeda. Penyelesaian pekerjaan konstruksi harus berdasarkan  operation system dependency. Misalnya Power Generation system diselesaikan oleh construction team secara sempurna terlebih dahulu sementara diesel fuel system diabaikan penyelesaiannya karena lokasinya selalu dibaricade (ada blasting tak selesai-selesai katanya). Dalam kasus ini dan stage ini generator akan selesai percuma, karena system bahan bakar solar (diesel fuel) yang  diperlukan generator untuk running belum terselesaikan, sehingga commissioning tidak bisa dilakukan. Diesel fuel system kemudian dikejar untuk diselesaikan dan selesai, tetapi ternyata instrument air system dan electrical distribution system terabaikan lagi, maka diesel fuel system selesai percuma juga. Jadi pembagian system dan prioritas mechanical completionnya harus berdasarkan evaluasi proses operasi dari system/sub-system dan sequence dependencynya. 

Untuk contoh system-system diatas maka electrical distribution system (one of HV, LV, or Small Power distribution saya lupa yang mana untuk air compressor) harus selesai terlebih dahulu dengan feeding berupa temporary generator. Ketika electric power sudah ada maka dapat digunakan untuk menggerakkan air compressor sehingga instrument air system harus dicommissioning pada urutan ke-dua. Bersamaan pada urutan ke-2 (karena power sudah available) kemudian control system harus mechanically complete dan dapat dicommissioning. Electric power sudah ada, instrument air sudah ada, control system sudah ada, maka diesel fuel system harus dikejar untuk mechanically complete. Untuk merunning diesel fuel system maka akan ada pompa dengan motor yang memerlukan listrik (yg sudah ready), ada valve yang memerlukan instrument air (yg sudah ready) dan instrument yang memerlukan signal control (sudah ready juga), nah diesel fuel system bisa dicommissioning. Pada phase ini platform sudah memiliki diesel fuel, instrument air, control system, temporary electrical power. Dengan demikian syarat perlu untuk menjalankan power generation system sudah dipenuhi maka power generation system ini boleh dikejar untuk mencapai mechanical completion.

Jadi kesimpulannya pembagian dan prioritas penyelesaian mechanical completion adalah berdasarkan funngsinya dan system dependencynya.

Nova Kurniawan

Mechanical Completion & Commissioning Coordinator EPC Project

About these ads

13 Responses

  1. terikasih..sangat memberi gambaran tentang mechanical completion (MC). saya mau tanya, apa MC ini dilakukan oleh engineer2 yg berpengalaman?ato bisa juga dilakukan oleh engineer entry level?

    • Siapapun bisa melakukan asalkan mengerti dan tau caranya. Termasuk juga engineer entry level kalau waktu kuliah sudah pernah mengerjakan projek yang harus MC, saya kira bisa aja

  2. Met Siang mas Nova,

    saya tertarik dengan buku mechanical completion handbook, dimana saya bisa mendapatkannya? atau mungkin ada link download yang bisa dishare, trims.

  3. @Nova,
    ok, dimana saya bisa membeli buku itu ya, saya search di google dan amazon.com, tidak ada petunjuk yang memuaskan. Trims.

  4. Bisa infokan WBS commissioning-nya ? soalnya lge mo coba define neh

    • Mas Agus, Silahkan didefine sendiri dan boleh dishare di sini. Pada pembahasan saya di atas tidak pernah menyinggung ttg WBS. Kebetulan referensi saya tidak pernah juga menyebut tentang WBS.

  5. Pak Nova,

    Apa bedanya mechanical completion (MC) dengan FAT dan SAT

    • FAT : Factory Acceptance Test, contoh Pak Adi beli compressor maka di factory-nya di running dulu.
      Nah, kompressor itu kemudian di shipping sampai ke site atau yard. Kemudian construction team memasangnya; levelness, rigidness, koneksi ke piping, kebersihan, kalau ada yang perlu diallignment ya harus dilakukan diinspeksi oleh semua yang terlibat maka akan achieve Mechanically Complete. SAT: Site Acceptance Test, saya tidak melihat perbadaan aktivitas ini dengan aktivitas pre-comm. Karena yang dilakukan adalah on-site test, pre-comm juga sama.

  6. pak tanya test commisioning untuk diesel generator bisa dilakukan tanpa menggunakan load bank ? klo bisa harus pakai apa ?
    saya tunggu secepatnya
    urgent

  7. Apa bedanya mechanical completion (MC) dengan FAT dan SAT

  8. saya search di google dan amazon.com, tidak ada petunjuk yang memuaskan. Trims.

  9. […] of construction which is called mechanical completion, pre-commissioning, and commissioning. See Mechanical Completion; the Way to Pre-comm/Comm.  How is the paper work and progressing managed?. Mostly company has their own system software to […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 91 other followers

%d bloggers like this: