EEHA: Electrical Equipment Hazardous Area (Part II)

After we discuss about EEHA: Electrical Equipment Hazardous Area (Part I), on this posting we are going to discuss how to protect, how to avoid, how to overcome, and how to reduce the impact of the unfriendly atmosphere of oil and gas facilities to the electrical system. There are 3-methods in conclusion how to overcome EEHA: Protection, Segregation, and Prevention. However practical method applied on the field will not only belong to one method but sometime a combination between both of them or three of them.

Ada gas atau debu mudah terbakar muncul dengan frekuensi tertentu. Gas atau debu tersebut dapat tersambar percikan atau otomatis menyala menjadi api pada suhu tertentu. Alat listrik yang mengahasilkan percikan api dan panas hendak dipasang pada lokasi tersebut

Alat listrik yang hendak dipasang harus dievaluasi sebagai berikut: Pertama adalah bagaimana normal operasi dari alat tersebut, apakah menghasilkan percikan, apakah menghasilkan panas?. Yang kedua adalah bagaimana jika terjadi malfunction dari alat tersebut, apa yang dihasilkan?. Yang ketiga adalah bagaimana jika terjadi short circuit, open circuit, dan groundingnya fault apa yang terjadi? percikan? suhu?. Jika evaluasi ketiganya menyimpulkan tidak terjadi percikan api dan suhu tidak mungkin naik dari suhu normal maka tentunya tak perlu berpusing-pusing dengan metode protection, segregation, dan prevention. Lha wong bahayanya ndak ada, atau bandel terhadap bahaya. Tetapi sebaliknya jika bahanya mengancam maka metode proteksi, segregasi, dan pencegahan harus segera ditentukan. Siapa yang mengevaluasi? Surely adalah manufacture yang menghasilkan produk listrik tersebut sehingga kemudian product-nya diberi kode-kode hazardous areanya. End-user kemudian tinggal membaca kode tersebut dan mempertimbangkan kondisi hazardous area di lapangan yang hendak dipasangi alat tersebut.

Kita diskusikan macam-macam metode perlindungannya terlebih dahulu. Setelah itu metode me-match-kan: jenis alat listrik-kondisi hazardous atmosphere-metode perlindungan menjadi pembahasan berikutnya.

Metode perlindungan pertama yang diperkenalkan adalah protection dengan memberikan enclosure (kotak pelindung / box) yang kuat menyelubungi bagian alat listrik yang potensial memercikan api. Kuat ini memiliki arti bahwa enclosure dapat menahan percikan api atau ledakan dari alat listrik tersebut tetap di dalam enclosure. Metode ini dikenal sebagai explosion proof atau flame proof (Ex d). Ledakan atau percikan api diperbolehkan terjadi hanya di dalam enclosure, tak boleh keluar. Jadi konsep flame proof adalah menahan ledakan atau menahan api, bukan menahan aliran gas. Saya fikir metode ini diperkenalkan ketika memang sangat sulit untuk menghindari percikan api di termination point kabel-kabelnya. Sehingga konsepnya adalah explosion allowed tapi tak boleh keluar ke atmospher. Selain menjamin apinya tak bisa keluar enclosure, harus juga bisa menjamin bahwa enclosure tidak merambatkan panas keluar sehingga suhu surface-nya maximum (T) tidak melebihi dari suhu ignition level dari gas di atmospher tersebut. Ada juga diperkenalkan sebagai ‘Special’ Protection (Ex S) yang dikenal sebagai spesial desain pada enclosure. Kenapa disebut ‘special’? karena manufacture menambahkan ‘bumbu’ spesial rahasia yang tidak diketahui manufacture lain.

Metode perlindungan ke dua yang diperkenalkan adalah metode segregasi atau pemisahan. Gas yang berbahaya di atmospher ditahan oleh enclosure sehingga tidak bisa masuk menyusup ke dalam enclosure. Pressurisation atau purging (Ex p) adalah contoh dari metode segregasi. Inert gas dimasukkan ke dalam enclosure panel dengan tekanan yang lebih tinggi dari atmospher. Sehingga gas di atmospher tidak bisa mengalir ke dalam panel enclosure. Oil immersion (Ex o) juga termasuk metode segregasi. Bagian dari komponen listrik yang menimbulkan api dicelupkan ke dalam minyak yang tidak bisa terbakar. Sehingga gas dari atmospher tidak bisa menyentuh komponen listrik yang ber-api. Ada metode lagi yaitu Encapsulation (Ex m) yaitu memisahkan electrical potentially sparking part dengan atmospher dengan menggunakan resin yang merupakan penghalang udara atmosfer. Tetapi encapsulation sepertinya kurang dikenal. Ada juga yang disebut Ex q yang menggunakan pasir atau dry powder untuk memisahkan sparking partnya dengan flammable atmosfer. Tetapi metode pasir ini juga jarang ditemukan di industri oil and gas.

Metode perlindungan hazardouse area berikutnya adalah pencegahan atau prevention. Yang paling terkenal dari metode ini adalah Intrinsic Safety (Ex i), prinsipnya adalah bermain rangkaian listrik untuk membatasi energi listrik ke hazardous area. Umumnya alat instrument yang ada di lapangan sudah dilengkapi (Ex i) sehingga kabel yang keluar dari kontrol room menuju lapangan, arus yang mengalir di dalamnya tidak cukup untuk menghasilkan sparking dan panas melebihi ignition level dari atmosfer. Intrinsic Safety sudah pernah dibahas dalam blog ini. Metode pencegahan selanjutnya adalan Increased Safety (Ex e), konsepnya adalah menyingkirkan source ignition (sumber percikan api). Hal ini dilakukan dengan menambah komponen atau justru menambah komponen listrik di luar dari komponen yang diperlukan untuk energize alat listrik tersebut. Pertimbangan ini Ex e dilakukan pada saat desain rangkain listrik dalam box equipment. Hmm…mirip-mirip ya susah mbedainnya. Ya itulah konsep yang sebenarnya datang dari manufacture yang sebenarnya mirip-mirip, tetapi karena ada sedikit beda kemudian menjadi trademark dan diinternasionalisasi menjadi standard.

Ketika ada electrical equipment dalam box, tetapi kode Ex-nya dihilangkan. Apakah ada yang mampu mengevaluasi (atau boleh ditest juga) rangkaian listrik di dalamnya termasuk Ex apa? Jujur saya tidak bisa. Kecuali bisa karena “biasanya”… ahhh itu lain cerita, karena udah hafal, bukan evaluasi. Misal JB lighting di Zone 1 pake Ex apa? Yang langsung jawab karena “biasa” pasti sudah hafal. Kalau liat dari konstruksi fisiknya, itu tidak mudah kawan.

Nova Kurniawan

About these ads

2 Responses

  1. Mas Nova,

    Kapan bahas masalah SDV (shutdown valve), cara kerja, filosofi dan dimensinya yg berbeda dgn control biasa. Saya belum begitu familiar dgn jeroannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 91 other followers

%d bloggers like this: