It Shouldn’t be an Instrument

When we are re-thinking about the concept of instrumentation and control we will define this engineering section has the picture which could be figured out as the way how to measure, how to control, and how to actuate. Wherever they are belong to process, mechanical, HVAC or electrical equipment if they are applying above principle then you shall find instrumentation and control on them. Practically sometime we found something that has no aim to perform measurement, controlling, actuating however they are included as instrument scope of work. If your boss or manager tells you below instruments are part of instrument scope of work and gives you trouble tell him you read it in this blog, and this article refers to “How to Become an Instrument Engineer; The Making of Prima Donna” Gregory K. McMillan and Stanley Weiner (ISA).

Tertuduh pertama yang tidak termasuk dalam instrumentasi adalah Restriction Orifice. Tak ada yang diukur dan dikontrol oleh restriction orifice. RO hanya dipasang untuk menghasilkan pressure drop atau mengurangi pressure sebelum masuk ke suatu equipment. Identik dengan check valve untuk menghalangi flow yang berlawan arah dan memang tidak menjadi instrument scope of work tetapi scope piping/mechanical. Pipe fitter dapat membuat RO dengan melubangi plate 1/8″ dengan bor 1/4″. Jika ternyata kurang besar sehingga pressure drop yang diharapkan belum dicapai maka ambil bor yang lebih besar dan lubangi lagi. If no drill is available, make the hole bigger with a torch. Every pipe fitter know how to use torch.

Tertuduh yang ke dua adalah Pressure Safety Valves atau Pressure Relief Valve. Seharusnya PSV tidak termasuk dalam instrument scope of work. Alasannya process engineer yang menentukan berapa PSV harus release pressure dengan flow sekian dll dan dihitung kapasitas dari relief valve. Piping / Mechanical engineer kemudian yang menentukan flange connection ke piping system. Pipe fitter akan memasang PSV tersebut pada linenya. Mechanical maintenance yang akan melakukan pemeliharaan dan perawatan selama operasi. PSV tidak menunjukkan konsep how to measure, control, and actuate.

Tertuduh yang ke tiga adalah Pressure Regulator. Fungsinya hampir identik dengan saudara-saudaranya di atas yaitu untuk mengolah pressure secara mandiri, atau self actuated. Tak berbeda dengan manual valve dan check valve yang menjadi scope mechanical engineer. Perbedaan dengan manual valve hanya pressure regulator dapat mengatur dirinya sendiri tanpa bantuan tangan orang. Check valve juga yang mengatur dirinya sendiri dalam mengatur arah flow,  maka seharusnya menjadi scope mechanical engineer.

Tertuduh yang ke empat adalah Rupture Disc. Sebagaimana PSV, maka process engineer yang akan menghitung berdasarkan kekuatan vessel yang hendak dilindungi, berapa kapasitas rupture disc yang digunakan. Ketika sudah ditemukan hitungannya maka tinggal cari katalog yang sesuai dengan kapasitas pressure itu dan sedikit berkoordinasi dengan piping/mechanical engineer untuk menentukan flange connectionnya. Pipe fitter yang akan menginstall rupture disc dalam masa konstruksi. No instrument involvement required at all.

Tertuduh yang ke lima dan terakhir adalah equipment dengan pertubingan. Contohnya adalah sample container yang digunakan untuk mengambil sample oil dari masing-masing wellhead. Bagaimana mendefinisikan ini sebagai instrument scope of work ketika fungsinya hanya untuk mengambil oil di wellhead yang dialirkan melalui tubing kemudian disimpan dalam tabung kecil yang disebut container? No Measurement, No Controlling, and No Actuating.

Untuk menutup tulisan ini saya kutipkan quote yang umum di dunia instrumentasi:
“No control without measurement”

Nova Kurniawan
Sarjana Fisika Teknik ITB 2004, bekerja di bagian Commissioning J Ray McDermott

9 Responses

  1. Setuju mas..

    Hal ini emang sering menjadi polemik dan perdebatan sesama teman2 maintenance, khususnya bila bersama2 menemukan trouble dilapangan.

    Bagaimana kalau air instrument compressor-nya…?
    saya kira ini juga scope of work nya mechanical eng toh…

    salam

  2. Ya jelas itu…mechanical, descipline engineering scope harus diliat dr fungsi alat tersebut dalam engineering. Bukan dari namanya.

  3. tenkyu, mas. sampe sekarang saya juga gak pernah ngerti kenapa tuh datasheet pressure safety valve yg ngisi miss process, sedangkan miss instrument cuma kebagian bikin templatenya doang…^_^

    btw, gmana dengan kabel instrument ? (sedang mencoba mencari pembenaran bahwa itu porsinya elektrikal/designer dan alasan kabur dari tugas menghitung panjang kabel yg dibutuhin)

  4. Kalo kabel bagusnya sih instrument discipline yang pegang bs engineer atau designer. Karena bagaimanapun transmisi data dr transmitter ke control room dan kembali ke lapangan pasti lewat kabel instrument dan seharusnya disciplin instrument mengerti tentang cabling system

  5. Aku mau tambahin lagi ya mas,
    Barusan aku di lapangan nih teman2 instrument diminta melakukan modifikasi tubing discharge pompa methanol seperti bending, koneksi fitting dll.
    Memang agak rancu mendengar kata2 tubing, bending, dan fitting yang biasa familiar sm orang instrument, tp masalah disni smua itu digunakan untuk pompa methanol untuk injeksi ke line refrigerant.
    Mohon komentarnya…

  6. Aku mau tambahin lagi ya mas,
    Barusan aku di lapangan nih teman2 instrument diminta melakukan modifikasi tubing discharge pompa methanol seperti bending, koneksi fitting dll.
    Memang agak rancu mendengar kata2 tubing, bending, dan fitting yang biasa familiar sm orang instrument, tp masalah disni smua itu digunakan untuk pompa methanol untuk injeksi ke line refrigerant. Menurut hemat saya pompa ini tidak ada faktor pengukuran, actuating dan control.

    capeee deeehh…..

  7. Itu kerjaan Mechanical tuh….. hehe… Saya dukung kalo nolak kerjaan itu hehehe

  8. Motor Control Valve gimana ? Control gear dan actuator sudah jelas our scope, tapi Motor 380 V nya tanggung jawab siapa, apalagi yang segede gajah motornya, ngangkatnya aja mesti tiga orang, terus valve stemnya, valve nya punya siapa dong ?

  9. MOV motor operated valve adalah salah satu bentuk actuator. Scope-nya instrument sampai dengan interface signal dengan power electric. Power electric harus diberikan ke electrical. Feedback signal limit switch/position transmitter; karena masih berhubungan dengan signal maka scope instrument. This is fully my idea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: