Piper Alpha; The Worst Offshore Accident

This is only resume of what I watch in National Geographic, mailing list id-instrumentation@yahoogroups.com discussion and what I got from my offshore survival training and helicopter escape in MSTS. The piper alpha was recorded as the worst offshore accident in the oil & gas offshore history. 167 men died when the piper alpha exploded and more than half platform collapsed. Every offshore workers aware about this accident exactly, anything wrong or anything need to be added on my resume please feel free to put in comments.

Piper Alpha merupakan ‘huge’ offshore platform dengan berat 20000 metrix tons di laut utara yang memproduksi natural gas, crude oil, dan liquified petroleum gas (Nat Geo source). Living Quarter terletak pada deck yang sama dengan process platform. Kecelakaan Piper Alpha yang terjadi pada tahun 1988 tercatat merupakan kecelakaan terburuk dalam sejarah industri minyak dan gas lepas pantai.

Sebelum kejadian ada beberapa pekerjaan di Piper Alpha yang perlu digaris bawahi sebagai hal yeng menjadi tersangka kecelakaan tersebut. Aktivitas diving di sekitar platform yang menyebabkan Fire Water Pump inhibit, aktivitas maintenance PSV, dan maintenance transfer pump. Blow up pertama yang dilihat oleh awak kapal yang berada di dekat Piper Alpha adalah semburan berwarna biru dari modul C. Semburan berwarna biru mengarahkan tuduhan bahwa penyebab awal dari kecelakaan tersebut adalah LPG. Dan ketika dievaluasi PSV yang dimaintain tersebut berada di Modul C sama dengan awal dari blow up LPG itu berasal. Dan ketika diurut kembali bahwa ternyata line PSV tersebut pada upstreamnya terhubung dengan Pompa yang sedang dimaintain oleh krew mechanical. Dan ketika blow up terjadi Fire Water pump tidak automatic running dan lebih celakanya lagi PAGA system tidak ‘meraung-raung’ sama sekali.

Krew maintenance PSV mengajukan Permit To Work (PTW) untuk melepas PSV-B dan melakukan uji pop up – test. PSV-B terletak pada line B yang sedang not-in-service. Sesuai prosedure begitu PSV-B di lepas, temporary blind flange dipasang untuk menutup line tersebut. Dengan pertimbangan bahwa line-B tersebut not-in-service maka blind flange hanya di kencangi dengan menggunakan hand tight wrench. Padahal prosedure mengencangi flange pada line in-service adalah dengan tool flange management yang benar. Gasket yang benar, nilai torque yang terukur pada setiap bolt and nut, juga tingkat kerataan antar berbagai sisi di flange sangat mempengaruhi kemampuan flange tersebut untuk menahan leaking fluida di dalamnya. Hand tight tidak dapat menjamin tingkat kekencangan dan kerataan suatu joint flange. Hydraulic tools sering digunakan untuk mengencangi flange secara benar.

Krew maintenance Pump mengajukan Permit To Work (PTW) untuk memaintain Pump-A yang bermasalah. Agar proses produksi tetap berlangsung maka selama proses maintenance Pump-A, maka Pump-B akan di running. Permit To Work di approve tanpa memperhatikan adanya PTW yang lain dari krew PSV yang sedang melakukan maintenance PSV-B. Kedua PTW diletakkan di box yang berbeda karena lokasi PSV dan Pump di block yang berbeda. Seharusnya ketika kedua PTW dicompare dengan mengurut line P&ID-nya yang sudah dihighlight akan diketahui bahwa proposal running Pump-B harus direject karena PSV-B di downstream pump sedang dimaintain atau dilepas. Hanya karena miss paper work ini kemudian 167 orang tewas dalam beberapa jam kemudian.

Begitu Pump-B di running untuk menggantikan Pump-A maka liqufied petroleum gas segera mengalir menuju line PSV-B yang ditahan oleh blind flange dengan hand tight. Percobaan membuktikan dengan fluida yang sama, kondisi pressure yang sama, gasket yang sama, rating flange yang sama, dan hand tight yang sama, maka flange itu bocor memuncratkan fluida yang ada di dalamnya. Begitu bocor kenapa timbul api? Apakah ada ignition atau proses terdinamika dari fluid itu sendiri? Saya tidak tahu jawabannya, that is about process safety. Tiba-tiba timbul api dan control room mendapati signal fire alarm dari area Modul C. Tetapi tidak berusaha mematikan Pump-B, karena masih belum ‘ngeh’ bahwa Pump-B itulah yang mengalirkan hydrocarbon yang bocor di modul C. Aneh, seharusnya C&E dan SAFE chart sudah mengcapture hal ini secara auto. Adanya fire dari suatu area penyebabnya dari mana sehingga DCS or PLC secara otomatis akan menshutdown equipment di upstream yang berhubungan langsung dengan leaking tersebut.

Ketika api makin membesar seharusnya pula deluge system activate fire fighting system di area kebakaran. Mungkin ini sudah activate tetapi fire water ring main pressurenya jatuh karena kehabisan air. Tetapi fire water pumpnya tidak nyala auto karena lagi di inhibit, ada aktivitas diving dibawah platform. Maka fire water pump hanya nongkrong sia-sia selama kebakaran. Meskipun fire water pump tidak memiliki permissive signal dari safety sistem tetapi fire water pump tetap memerlukan initiate yang berupa pulse signal dengan cause dari jatuhya fire water ring main atau confirm fire di suatu area. Inhibit artinya DCS/PLC tidak akan memberikan aksi apapun ke fire water pump terhadap adanya input fire atau pressure ring main low. Inhibit diperlukan karena pada suction fire water pump terdapat aktivitas diving sehingga diver harus memastikan bahwa fire water pump tidak akan menyala. Pasti juga diver mengajukan PTW ke control room untuk meminta inhibit start signal dari control room.

Ketiga PTW yang saling dukung-mendukung untuk terjadinya blow up dan kebakaran yang sempurna. Lesson learnt-nya adalah PTW harus dihandle satu orang yang mengerti proses dan melakukan evaluasi multi-discipline, setiap flange harus dianggap in-service sehingga proper flange management harus dilakukan, dan jangan pernah meng-inhibit fire water pump.

Nova Kurniawan

Alumni Fisika Teknik ITB, bekerja di J Ray McDermott

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: