Hydraulic Cleaning Criteria; NAS 1638 & ISO 4406

Both standard codes (NAS 1638 & ISO 4406) are the main reference of hydraulic cleaning and filtering activity. People more familiar using NAS terminology because ISO just recently release similiar code to deal with hydraulic cleaning issue. How to read NAS code and How to read ISO code will be my novel topic on this discussion.

NAS 1638 (January 1964) menggolongkan tingkat kebersihan hydraulic fluid dari level NAS 00, NAS 0, NAS 1 sampai NAS 12. NAS adalah Amerika punya yang dirumuskan untuk standar hydraulic dunia penerbangan. Kriteria penggolongan itu adalah berdasarkan jumlah partikel dalam range besaran mikron tertentu pada 100 mL sample hydraulic fluid. Range yang dimaksud adalah:

5-15 mikrons

15-25 mikrons

25-50 mikrons

50-100 mikrons

>100 mikrons.

NAS 00 didefinisikan sebagai sample 100 mL hydraulic fluid yang memiliki partikel dalam range 5-15 mikrons: 125 ea, 15-25 mikrons: 22 ea, 25-50 mikrons: 4 ea, 50-100 mikrons: 1 ea, dan lebih dari 100 mikrons: 0 ea. Apabila jumlah partikelnya lebih sedikit yang ditemukan pada range-range tersebut maka tentu lebih bagus. Tapi karena NAS 00 adalah level terendah maka fluida dengan kontaminasi yang lebih kecil dari NAS 00 tersebut masih digolongkan sebagai NAS 00.

Pertanyaanya adalah bagaimana jika ada satu range yang tidak terpenuhi karena kebanyakan kontaminasinya misalnya range 5-15 mikrons: 130 partikel, apakah level NAS otomatis turun ke NAS 0? Padahal range yang lain masih terpenuhi lho. Mmm.. I don’t know, I need expert opinion.

Demikian halnya dengan level NAS yang sangat terkenal di dunia offshore adalah NAS 6 dengan kriteria jumlah maksimum partikel dalam range 5-15 mikrons: 16000 ea, 15-25 mikrons: 2850 ea, 25-50 mikrons: 506 ea, 50-100 mikrons: 90 ea, dan lebih dari 100 mikrons: 16 ea. Bagaimana jika dalam range 5-15 mikrons terdapat 16001 ea partikle? apakah liquid sudah masuk ke NAS 7? Padahal cuma kelebihan satu partikel. Please help me to answer. Di bawah ini adalah jumlah partikel dalam range kode NAS dari NAS 00 sampai NAS 12.

NAS1638

Standard Code berikutnya yang digunakan sebagai acuan hydraulic cleaning level adalah ISO 4406. ISO adalah transformasi dari British standard (kepunyaan orang Inggris). Standard ini mengalami evolusi dalam tiga tahap. Tahap pertama standard ISO menampilkan dua digit nilai B/C dengan B adalah jumlah partikel dalam 1 mL sample yang lebih besar dari 5 mikrons. C adalah jumlah partikel dalam 1 mL sample yang lebih besar dari 15 mikrons. Jadi Old ISO dengan 2 digit artinya adalah lebih besar dari 5 mikrons / 15 mikrons. Jadi misalnya ISO 18/12 artinya jumlah partikel yang lebih besar dari 5 mikrons adalah (lihat tabel di bawah untuk kode 18) pada range 1300 – 2500 partikel dan jumlah partikel yang lebih besar dari 15 mikrons adalah (lihat tabel di bawah untuk kode 12) pada range 20-40 partikel. 

Karena kita menggunakan sample 1 mL maka kode yang kita pakai adalah 10 – 28. Dengan 10 didefinisikan sebagai jumlah partikel 5 – 10 ea per mL sampai 28 yang didefinisikan sebagai jumlah partikel 1300000 sampai 2500000 per mL sampel. Di bawah ini adalah kode jumlah partikelnya yang dipakai dalam ISO 4406:

Dari                                Sampai                         ISO Code

ISO4406

Kemudian ISO berevolusi menggunakan tiga digit nilai A/B/C. Dengan A adalah jumlah partikel dalam 1 mL sample yang lebih besar dari 2 mikrons. B & C sama dengan definisi sebelumnya. Jadi Old ISO dengan 3 digit artinya adalah jumlah partikel per 1 mL sample yang lebih besar dari 2 mikrons / 5 mikrons / 15 mikrons. Dengan demikian ketika kita memiliki ISO Code 13/12/11 artinya jumlah partikel yang lebih besar dari 2 mikrons sebanyak antara 40-80 ea (13), jumlah partikel yang lebih besar dari 5 mikrons sebanyak antara 20-40 ea (12), dan jumlah partikel yang lebih besar dari 15 mikrons sebanyak 10-20 ea (11), dalam 1 mL sample hydraulic fluid yang sedang dianalisis.

Standard ISO 4406 terbaru menggunakan 3 digits A/B/C penilain pada 1 mL sample memiliki  berapa banyak jumlah partikel yang lebih besar dari 4 mikrons / 6 mikrons / 14 mikrons. Dengan demikian ketika kita memiliki ISO Code 13/12/11 artinya jumlah partikel yang lebih besar dari 4 mikrons sebanyak antara 40-80 ea (13), jumlah partikel yang lebih besar dari 6 mikrons sebanyak antara 20-40 ea (12), dan jumlah partikel yang lebih besar dari 14 mikrons sebanyak 10-20 ea (11), dalam 1 mL sample hydraulic fluid yang sedang dianalisis.

Mau pakai NAS atau ISO? Ya sama saja. NAS mengacu ke American Method sedangkan ISO mengacu ke British Method. Kalau ingin dicari equivalensinya ya silahkan dengan cara dihitung jumlah partikel pada range acuannya. NAS mempunyai range-range jumlah yang dijadikan acuan demikian juga dengan ISO. Jadi silahkan dihitung…

Nova Kurniawan

Instrument Engineer, J Ray McDermott, Alumni Fisika Teknik ITB lulusan 2004

2 Responses

  1. mas numpang nanya kalu misalnya dlm suatu sistem hidrolik ada keterlambatan respon dr aktuator hidrolik,,itu karena faktor apa saja,,sbg bhan untuk analisis pemecahan kita butuh data apa saja,,apa saja yg dianalisis??agar kita tahu penyebabnya….

    • Hallo siti, commentnya masuk ke spam baru ngecheck. Keterlambatan respon aktuator hydraulik karena:
      1. Hydraulic Line-nya terlalu panjang.
      2. Actuator-nya stuck.
      3. Actuatornya ada leaking.
      lainnya blom ketemu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: