Flow Instrument Quiz; An Example on Interview

Somebody sent me sample of problems with multiple choice answer given by a recruiter company in Indonesia during selection to become operator and technician. I didn’t make any changing on the words, terms, and sentences they used. I just copy paste and evaluate them. In my opinion all the questions were composed by experience practitioner. I would like to invite the bloggers and friends to give evaluation and opinion. Dibawah ini adalah contoh-contoh soal untuk test rekruitmen menjadi teknisi / operator.

1. Perhatikan gambar berikut:

sqrt
Instrumen yang diidentifikasi dengan SQRT, berfungsi untuk :
a. Melinearkan hubungan antara % aliran dengan penunjukan FR
b. Mengkwadratkan output FT
c. Mengkwadratkan aliran
d. Meningkatkan ketelitian hasil pengukuran aliran

Evaluasi: Konsep pengukuran flow yang ditunjukkan di atas adalah menggunakan prinsip differensial pressure type. Prinsip Bernoulli menyatakan bahwa flow sebanding dengan akar dari perbedaan pressure yang ditimbulkan oleh orifice. Ketika sensor mendapatkan differensial pressure maka harus ada alat yang dapat melakukan peng-akaran (square-root) dan proses pengalian dengan konstanta yang diperhitungkan dari diamater pipa, diameter orifice, dan specific gravity dari fluida. Maka menurut pendapat saya itulah fungsi SQRT melinearkan differensial pressure dengan penunjukan flow pada FR. Karena FR hanya berupa skala maka tidak diperlukan penghitungan flow dalam engineering unit tertentu. Saya tidak menemukan jawaban yang tepat dari multiple choice di atas. Any body can help?

2. Perhatikan gambar pada soal nomer 1. Bila range differential pressure transmitter FT adalah 0 – 100 ” H2­O. Bila pressure drop pada FE adalah 25″ H2O, maka output FT =…….., Output SQRT=…..…. dan FR menunjukkan angka ..……… pada skala linear 0 – 100 :
a. FT = 6 PSI, output SQRT = 9 PSI dan jarum FR menunjukkan angka 50
b. FT = 6 PSI, output SQRT = 12 PSI dan jarum FR menunjujukan angka 75
c. FT = 9 PSI, output SQRT = 9 PSI dan jarum FR menunjukkan angka 50
d. FT = 9 PSI, output SQRT = 6 PSI dan jarum FR menunjukkan angka 25

Evaluasi: Masih dengan konsep differensial pressure bila pressure drop pada FE adalah 25″ H2O maka output FT adalah 25″ H2O, ¼ dari full rangenya 100″H2O (sehingga pneumatic signalnya adalah 6 PSI). Full Scale dari DP adalah 100 “H2O yang akan menjadi Full Scale dari Flow (FR). Hubungan Flow dengan DP mengikuti Bernouli adalah Square Root (SQRT). Maksimum flow adalah sebanding dengan akar (SQRT) maksimum DP 100″ H2O, yaitu sebanding dengan 10. Jika DP actual adalah 25″H2O maka flow actual akan sebanding dengan akar (SQRT) 25″H2O, yaitu sebanding dengan 5. Artinya ketika DP sebesar 25″ H2O dari full scale DP 100” H2O maka Flowrate adalah 5 dari maksimum 10 atau setengahnya. Sehingga pneumatic signal SQRTnya adalah 9 PSI. Ketika FR dilakukan linearisasi pada nilai 0 – 100 maka FR akan menunjukkan nilai setengahnya, yaitu 50. Manakah jawaban yang tepat? (a)

3. Perhatikan gambar pada soal nomer 1. Bila range FT adalah 0 – 200″ H2O, skala FR linear 0 – 25 dan pressure drop pada FE = 100″ H2O. Yang terjadi adalah output FT = 9 PSI, output SQT = 11,5 PSI dan FR menunjukkan angka 17,75 maka :
a. Semua instrumen tidak baik kerjanya
b. Hanya FT saja yang baik
c. Hanya FT dan SQT saja yang baik
d. Semua instrumen bekerja baik

Evaluasi: Range Differensial Pressure adalah 0 – 200″ H2O, pada waktu DP = 100” H2O maka pneumatic signal dari transmitter FT (DP Type) adalah 9 PSI, setengah dari 3-15 Psi. Maksimum flow adalah sebanding dengan akar (SQRT) 200“H2O (14.4), sehingga pada nilai DP 100”H2O maka flow adalah akar (SQRT) 100”H2O (10).. Berapa nilai signal pneumatic SQRT untuk menunjukkan flow pada nilai 10 dengan full range 14.4? Lakukan sedikit pemetaan linear untuk mendapatkan nilai signal yang dilinearkan pada range 3-15 PSI. Persamaan linear yang didapatkan adalah Y = (12/14.4)X + 3, masukkan X=10, maka di dapatkan Y=11.3 PSI, maka nilai signal SQRT dibulatkan menjadi 11.5 PSI. Signal pneumatic untuk menunjukkan DP 100″H2O dan flow yang sebanding sebesar 10 dari full range 14.4 adalah 11.5 PSI. Berapa nila FR pada signal 11.5 PSI jika rangenya FR adalah 0 – 25 Psi. Pemetaan linear diperlukan lagi. Persamaan linearnya adalah Y= (12/25)X+3, dengan demikian 11.3=(12/25)X+3, maka nilai X = 17.708, dibulatkan nilai FR=17.75. Manakah jawaban yang benar? (d)

Pada topik-topik seperti ini harus ditekankan kemampuan untuk melakukan interpolasi linear suatu nilai input tertentu terhadap full range jika direpresentasikan pada signal 3-15 PSI. Demikian juga sebaliknya nilai output 3-15 PSI jika harus ditampilkan pada suatu range output tertentu.

4. Perhatikan Gambar berikut

Flow Loop
Gambar diatas menggambarkan
a. System pengedalian tekanan down strem
b. System pengamanan aliran
c. System pengendalian aliran
d. System pelurusan aliran

Evaluation: Kita masih berasumsi bahwa FT adalah orifice atau DP-type flow transmitter lainnya. Flow Control Valve berfungsi untuk untuk mengatur flowrate dari suatu fluid yang melewatinya. Karena sistem di atas adalah pneumatic maka FCV menerima signal 3-15 Psi dari FRC. FRC menerima signal 3-15 Psi dari FT yang masih berupa data Differensial Pressure dan dibandingkan dengan Set-Point. Karena data DP belum berubah menjadi data flowrate sebanding akibatnya adalah hubungan DP dengan Control Valve opening tidak linear. Contoh: Ambil range DP pada FT adalah 0 – 100 InH2O, Set-Point flowrate-nya pada FRC adalah 50% flowrate (9 Psi). Ketika DP dari FT menunjukkan nilai 50 InH2O (9 Psi) maka tidak ada simpangan Process Variable dan  Set-Point (Error = 0). Ini artinya tidak ada aksi perubahan control valve dari posisi sebelumnya. Padahal flowrate pada FT dengan pada nilai DP = 50 InH2O bukanlah pada Set-Point flowrate-nya ( 50% flowrate), tetapi pada nilai 70% flowrate. Artinya flownya lebih besar dari set point. Seharusnya control valve bergerak menutup untuk mengurangi flow dari 70% menuju 50%.  Jadi semua pilihan jawaban yang berhubungan dengan aliran (b,c,d) tidak bisa diambil. Jawaban a) juga belum begitu tepat karena yang dikontrol oleh sistem di atas adalah differensial pressure bukan pressure. Katakanlah masih dengan set-point 50% di atas, yang diterima oleh system adalah tetap mempertahankan DP pada nilai 50 inH2O. Apa jadinya kalao nilai itu disebabkan oleh perbedaan pressure 1050000 InH2O dan 1000000 InH2O karena perbedaannya masih 50 InH2O. Logika control FRC masih aman-aman saja karena DP-nya masih 50 InH2O, tp mungkin pipanya sudah ambyar gak karuan. Jadi mana jawaban yang tepat? Please help me.

Nova Kurniawan

Alumni Fisika Teknik ITB, Bekerja di J Ray McDermott

3 Responses

  1. sebentar mas,.. mikir dulu

  2. Salam kenal mas nova,
    Saya senang melihat blog anda…saya ingin bertukar pikiran sedikit dalam soal diatas.

    Soal no.1
    Saya kira ini adalah tipe pertanyaan praktis, oleh sebab itu pendekatan untuk menjawabnya adalah ‘praktis’. Analisa anda sudah tepat ! Dan saya yakin si pembuat soal ‘menginginkan’ jawabannya adalah (a). Melinearkan hubungan antara % aliran dengan penunjukan FR.

    Pemilihan saya akan jawaban (a) juga didasarkan pada ‘jawaban yang paling mendekati’🙂
    Ada pendapat rekan lain ?

  3. wah…
    ntar kalo interview soalnya seperti diatas nggak yach??

    btw, thanks for sharing!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: