UPS and Battery

As I just learned something then I wrote it in my blog. I knew since 8 years ago that CPP platform always had UPS and Battery system but I didn’t have time to read them systematically. It was electrical anyway and I was not an electrical engineer. But now when I am “gado-gado” engineer and my current assignment mostly in the electrical building then I shall learn about battery and UPS (little bit). Uninterruptible Power Supply is part of emergency power system required by NEC 2002 Article 700.

UPS adalah equipment yang digunakan untuk mensupply power 220 VAC ke critical equipment dan panel dalam kondisi emergency. Ketika sumber listrik normal mati maka UPS secara otomatis melakukan take over memberi supply listrik ke kritikal equipment. Saya sengaja mengambil kata “kritikal” karena saya melihat tidak semua equipment mendapat jatah power dari UPS. Misalnya yang dapat dari UPS adalah: Instrument Control Panel, HVAC Panel, dan Lighting. Nah, UPS sendiri mendapatkan power dari mana? Harus dari lebih dari satu sumber. Karena fungsi UPS seperti definisi namanya adalah Uniterruptible Power Supply artinya sumber energi listrik yang tidak bisa diinterrup atau tidak bisa mati alias “njeglek“. Karena tidak boleh mendadak mati maka harus ada beberapa sumber listrik lain untuk UPS (minimal dua sumber). Satu mati maka satunya lagi masih ada. Ketika normal operasi UPS meneruskan listrik AC dari sumber listrik utama ke kritikal equipment sambil nge-charge battery. Ketika operasi tidak normal alias sumber listrik utama mati maka UPS melakukan switch tanpa interrupt atau tanpa gangguan dengan sumber listrik dari battery. Aktivitas switching ini berlangsung dengan mulus.

Komponen UPS dapat dikelompokkan menjadi input source, internal circuit, dan output. Input source adalah sumber listrik utama yang berasal dari dua sumber yaitu generator utama dan generator emergency (seharusnya ada). Outputnya adalah ke distribusi power ke kritikal equipment. Internal circuitnya yang utama adalah battery charger dan inverter ( DC to AC). Perlu tambahan transformer penurun tegangan ketika input UPS-nya adalah 3-phase voltage 400-an, let say 480 VAC maka tentu harus diturunkan ke output menjadi 220 VAC.

Ketika operasi normal maka listrik dari input source utama 3-phase (let say 480 VAC) langsung dikirim ke output melalui transformer penurunan tegangan sehingga menghasilkan tegangan output UPS 220 VAC.  Tegangan ini didistribusikan ke seluruh consumer listrik UPS. Pada saat yang sama sumber listrik utama ini harus dialirkan ke battery charger (220 VAC) untuk nge-charge battery.  Charger berfungsi untuk nge-charge battery dari sumber listrik utama AC baik dari generator utama (setelah lewat transformer, HV switchboard, dan LV switchboard tentunya). Inverter berfungsi merubah tegangan DC ke AC ketika voltage battery digunakan untuk distribusi power ke equipment.

Diagram block-nya sebagai berikut:

Diagram block-nya tak pakai trafo artinya tegangan input dan tegangan output sama. Battery chargernya juga bekerja pada tegangan yang sama. Ada sensor juga di sana untuk operasikan switch pake normal power supply atau battery. Cara kerjanya switching bagaimana? belom ketemu saudara-saudara. Please share knowledge yang bisa explain proses switching dari normal electrical power ke battery. Thank you.

Nova Kurniawan

4 Responses

  1. thank you atas pencerahannya mas nova kurniawan

    regards
    abbas kossim fikasen
    engineering construction Posco E&C
    ISMPJT Krakatau-Posco

  2. pak nova saya marlan ex instrument Mcdermott saya butuh bantuan mengenai perhitunga error kalibrasi itu darimana rumusnya,dan bens kalibrasi itu si seting darimana. maturnuwon atas bantuan jawabanya.

    wassalam Marlan

    • Actual error (error yang sebenarnya) dihitung dari selisih nilai yang ditunjukkan alat ukur dengan nilai sebenarnya dibagi span dikali 100%. Kalau potensial error (error yang masih diperbolehkan) adalah nilai yang ditunjukkan pada alat ukur sebagai akurasi. Bench kalibrasi di setting ZERO, SPAN, dan Linearity berdasarkan Data Sheet. Setting dari mana di instrument tsb? Cari dulu manual instrumentnya dan liat di sana di mana tempat untuk mensetting zero, span, dan linearity. Harus baca manual dulu, seperti beli HP lah…..

  3. Trimksh sekali bagi-bagi ilmunya PAK NOVA,sangat bermanfaat.rugi sekali klo nga mampir blok ini…yg saya tanyakan bagaimana cara menghitung jumlah batrai yg diperlukan unt mensupplay power yg dibutuhkan .diproyek sebesar itu,sy pernah melihat dibatrai room -+ada150biji 12V ,sistem coneknya bgm PAK????Trimks Jwbanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: