Electrical in Oil & Gas Offshore Platform

“I am not an electrical engineer” is the words that I normally wrote in my previous topics in my blogs because I know that I don’t have enough Electrical Power education background in the school.  But when a duty came to handle electrical works during fabrication of offshore platform then in the time I got an obligation to understand how electrical system was designed, installed, and run on the offshore platform. Writing in my blogs about electrical is a trigger to know much more about this discipline from any source available from the reservoir of knowledge, we call it internet, and some practical hand books.

Why does offshore platform need electricity? Because it needs energy. Energy is required for running the motor-pumps, compressors, and other equipments; process measuring, monitoring, controlling, and safe required action; lighting, telecommunication, navigation, entertainment, and human living activities. Thus, electricity is a must in offshore platform.

Dari mana dapat energi listrik? Karena letaknya ditengah laut dan jauh dari sumber listrik maka harus memiliki self-generating electricity. Penggerak utama untuk menghasilkan listrik di platform adalah Main Turbine Generator Dual Fuel (Diesel atau Gas). Ada beberapa Main Turbine Generator yang saling bergantian sebagai on duty atau on stand-by. Jumlahnya main turbine generator disesuaikan dengan perhitungan jumlah electrical load; continues load dan intermittent load yang ada di platform ditambah lagi 1 stand-by main generator. Umumnya Main Turbine Generator ada 3 yaitu 2 on duty dan 1 stand-by. Selain main generator perlu juga ditambahkan 1 Essential Generator yang akan mensuply power essential jika ketiga main generator mati. Essential saya artikan sebagai listrik minimum yang diperlukan untuk menghidupkan platform dan orang bisa hidup aman untuk menghidupkan platform. Kenapa essential perlu? coba anda bayangkan ketika black start, sama sekali nggak ada listrik, dan untuk menghidupkan main turbine generator diperlukan listrik untuk; starter turbine generator motor, menghidupkan control panel; PLC, menerangi control room untuk operator, etc, listrik dari mana?. Dengan adanya essential generator maka generator ini yang akan memberi energi listrik untuk menyalakan turbine generator. Syarat essential generator tentu saja bisa black start dengan bahan bakar diesel/solar seperti halnya genset dan independent (bisa hidup mandiri). Karena ESG distart pakai pencet atau kunci kontak maka harus ada listrik juga, maka listriknya diambil dari Battery atau Aki atau ACCU yang sudah harus dalam kondisi charge. Selain itu option untuk menghidupkan ESG dengan energi hidraulik yang memang sudah tersimpan dalam accummulator juga bisa dilakukan. Kalau option black start dengan tenaga manusia diengkol atau kayak mobil di dorong bisa tak? Eaaa kayaknya gak bisa deh. 

Energi listrik hasil dari main generator kemudian diolah dan didistribusikan. Diolah artinya dimainkan tegangan dan arusnya oleh transformer alias trafo, didistribusikan artinya dibagi-bagi kepada yang memerlukan melalu alat yang disebut sebagai Switchgear atau Switchboard atau jika banyak distribusinya ke motor disebut juga sebagai motor control center alias MCC. Semua proses pengolahan dan pendistribusion energi listrik ini dilakukan di dalam ruangan yang disebut Switchgear Room. Proses generasi/pembuatan-pengolahan-pendistribusian energi listrik ini digambarkan dalam sebuah gambar yang disebut sebagai Single Line Diagram.  “Big picture” dari overall dunia perlistrikan harus dapat disummarize dalam single line diagram. 

Ketika pertama kali mengurut single line diagram dari hulunya yaitu Turbine Generator dan melihat spesifikasinya apakah kita perlu curious dengan MVA dan MW? Misalnya Main Generator 8.416 MW, 10.52 MVA; 4.16 kV, 50Hz, 3Ph, 3W; 0.8 PF. Iya, perlu menjadi sebuah pertanyaan apa beda MVA dan MW; kVA dan kW?.

-to be continued

Advertisements