Temperature Classes – Hazardous Area

Sepertinya Temperature Classes Hazardous Area menimbulkan pemahaman yang kebolak-balik diantara saya dan praktisi migas yang lain. Seringkali masih terjadi perdebatan diantara kontraktor, inspektor, dan engineer tentang hal ini. Ketika saya membaca punch list: Equipment Tag No XXXX suhunya bisa mencapai 450 degC, padahal permintaan Data Sheetnya T3. Dari mana angka 450 degC di dapatkan sehingga ditulis menjadi punchlist?

Dengan melihat tabel Temperature Class dibawah: (Hazard will not ignite at temperature below) kita akan belajar:

T1  450degC

T2  300degC

T3  200degC

T4  135degC

T5  100degC

T6  85degC

Kembali ke kasus punchlist di atas bahwa permintaan equipmentnya bersertifikat T3 sehingga menurut teori suhu equipment yang dihasilkan harus dibawah 200 degC. Tetapi kemudian dalam fase konstruksi diklaim bahwa temperaturenya bisa naik mencapai 450 degC. Dari mana tau-nya?

Ketika mencoba memahami definisi dari temperature class saya merasa ada kejanggalan dengan punch list tersebut. Janggal bukan berarti salah ya. Janggal bisa berarti karena sudut pemahaman yang berbeda. Oleh karenanya biar selalu lengket saya ingin menuliskan cara pemahaman versi saya.

Ketika berbicara suhu pada temperature classfication hazardous area akan ada 2 istilah suhu yang harus selalu diingat yaitu:

  • Suhu Bakar Lingkungan: Suhu minimum pada lingkungan gas yang menyebabkan api tersulut. (Flash point)
  • Suhu Equipment: Suhu yang dihasilkan equipment. (Surface Temperature)
  • Suhu Aman Lingkungan: Suhu aman yang dibolehkan (jauh dari flash point) pada lingkungan gas yang ditunjukkan pada Hazrdous Area Drawing (Safe Temperature)

Dongeng:

Suatu fasilitas oil & gas di offshore  diidentifikasi dan disyaratkan lingkungannya (yang mengandung gas) memiliki flash point 537 degC. Artinya ketika temperature lingkungan platform naik sampai 537 degC maka secara otomatis gas-gas di lingkungan platform tersebut akan tersulut energi panas menjadi api kemudian dilanjutkan dengan amuk si jago merah. Kewajiban dari yang bikin platform untuk memastikan semua equipment di platform yang menghasilkan panas tidak akan pernah mencapai suhu 537 degC.

Equipment di platform yang mungkin menghasilkan panas adalah Compressor, Generator, Heat Exchanger, Motor, Transmitter, Lampu, instrument dll. Suhu permukaan equipment-equipment tersebut jangan pernah mendekat angka 537 degC, semakin menjauh semakin bagus. Misalnya kalau perlu dijauhkan sampai angka 200 degC saja (Selisih 537 degC – 200 degC = 337 degC adalah safety margin yang sengaja diberikan). Suhu 200 degC equivalent dengan T3 (Suhu Aman) artinya equipment yang dipesan harus bersertifikat T3 (Suhu Permukaan yang dihasilkan equipment) atau di bawahnya T4, T5, T6. Semua equipment yang bersertifikat T3 akan memiliki surface temperature maksimal 200 degC, semua equipment bersertifikat T4,T5,T6 memiliki surface temperature maksimal yang lebih rendah lagi.

Apakah marking atau sertifikat bisa dipercaya? Itu lah perlunya lembaga independen semacam SIRA untuk memberikan stempelnya. Apakah SIRA bisa salah? Bisa saja, namanya orang. Tetapi karena mayoritas sudah percaya kepada stempel SIRA maka kesalahan hanya terjadi karena human error. Sehingga default equipment yang dicap T3 maka temperature surface maksimumnya adalah 200 degC.

Ketika suatu fasilitas oil & gas atau platform mensyaratkan Temperature Class T3, Apakah equipment dengan stempel T6 bisa dipasang di lokasi tersebut? Bisa, karena equipment bersertifikat T6 hanya menghasilkan surface temperature maksimal 85 degC.

Ketika suatu fasilitas oil & gas atau platform mensyaratkan Temperature Class T3, apakah equipment dengan stempel T2 bisa dipasang di lokasi tersebut? Tidak bisa, karena equipment bersertifikat T2 akan menghasilkan surface temperature 300 degC.

Apakah flood light atau lampu halogen yang terkenal panas bisa dihadapkan ke arah kepala sumur / wellhead / chrismass tree? Lihat dulu apa temperature class yang disyaratkan pada zone yang melingkupi wellhead tersebut. Ketika temperature class-nya misalnya adalah T3, maka flood light dengan Marking T3,T4,T5,T6, bisa dipasang di area tersebut.

Apakah boleh menyimpulkan heater suhunya bisa mencapai 450 degC padahal bersertifikat T3? Dari mana taunya? proses pertukaran panas atau heat exchange terjadi di dalam heater sedangkan Temperature Class adalah suhu permukaan. Ketika temperature class berstemple T3 maka sudah teruji bahwa maksimal suhu permukaan adalah 200 degC.

Laut Jawa, Dec 2014

Nova Kurniawan

One Response

  1. penjelasan yang bagus nov .. baru tahu juga kalau maksudnya itu …🙂
    kirain daya tahan devicenya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: