Bukankah yang harus dihindari namanya Ground Fault?

Setelah memposting catatan pengingat saya tentang Ground Loop, saya juga mendapatkan pernyataan dan pertanyaan dari seorang rekan yaitu bukankah yang sering jadi masalah di lapangan proyek namanya adalah Ground Fault? Ground loop tidak pernah terdengar sebagai masalah.

Istilah ground fault lebih populer daripada istilah ground loop. Karena istilah ground fault adalah istilah electrical power yang tentu saja electrical power hadir lebih dulu dan lebih popular dibandingkan instrumentasi (yang hadir belakangan dan hanya untuk kalangan terbatas). Electrical itu adalah penanda zaman sementara instrumentasi tidak. Maksudnya electrical merupakan teknologi yang secara massive mengubah kehidupan manusia pada awal abad 20. Setelah electrical ada komputer (penanda zaman akhir abad 20) dan internet / IT (awal abad 21). Kata Jack Ma (Alibaba.com), penanda zaman berikutnya adalah Data Technology (DT). (Note: Makanya Go-Jek, Grab, Bukalapak… bisnis utamanya adalah ngumpulin Data =P)

Pengertian Ground Fault adalah arus yang lari ke ground padahal seharusnya jangan. Imajinasi mudahnya adalah jika kita memiliki alat elektronik kemudian pada enclosure / body-nya anda pegang nyetrum itu tandanya tidak diground. Namun demikian ketika dipasang ground pada alat elektronik tersebut dan arus mengalir ke ground bukan lagi ke anda maka namanya disebut ground fault, hasilnya tangan anda aman tidak kesetrum. Dalam perspektif safety, ground sudah menjalankan fungsi keamanan, dalam perspektif elektrik alat ini harus diperbaiki karena arus yang seharusnya untuk menghidupkan beban (lampu, kipas angin, dst) justru dimakan oleh ground namanya Ground Fault.

Perhatikan Gambar 1 berikut, apa bedanya Ground Fault, Ground Loop, dan Short Circuit?

CleanDirtyEarth1

Gambar 1

Short Circuit adalah arus yang mencari dan ketemu jalan terpintas untuk kembali sebelum melewati beban. Kejadiannya adalah antara wire 1 dengan 2 atau (+) dengan (-) pada bagian hitam Gambar 1. Arus pada 1 (+) yang seharusnya berjalan sampai ke beban (transmitter) ternyata belum sampai beban sudah bisa ketemu jalan balik 2 (-) kembali ke sumber maka disebut short circuit (arus pintas… menurut saya kurang tepat disebut arus pendek). Arus yang kembali ke common (-) tanpa melewati beban (R design pada transmitter) yang seharusnya tapi hanya melewati kabel (R kabel kecil) menyebabkan arusya masih besar dan bisa menjebolkan fuse pada kontrol kabinet. Kejadian short circuit bisa terjadi di terminal transmitter, di gland, di kabel, di JB, atau di kontrol kabinet sendiri. Megger core to core mengeliminir short circuit.

Ground Loop sudah didefinisikan di catatan sebelumnya yaitu bertemunya si hijau (clean earth IE) dengan si merah (dirty earth PE) pada 2 lokasi atau lebih. Hijau dan merah boleh ketemu di satu titik paling ujung. Megger screen (seharusnya disebut drain wire) to armour dan screen to ground mengeliminasi ground loop pada kabel.

Ground Fault adalah arus yang bocor ke ground baik sebelum atau sesudah melewati beban. Kejadiannya adalah persentuhan antara core 1 (hitam +) dengan clean earth (hijau) dan atau dengan dirty earth (merah). Persentuhan antara core 2 (hitam -)¬†dengan clean earth (hijau) dan atau dengan dirty earth (merah). Megger core to screen (drain wire), core to armour, dan core to ground mengeliminasi ground fault pada kabel. Bagaimana mendeteksi ground fault? Cara tradisional tau ada ground fault adalah ketika terminal 2 (-) dengan ground tidak menunjukkan 0V. Kalau ground faultnya terjadi pada wire 1 (+) maka arus semua / sebagian akan langsung dimakan ground (R-nya kecil) sebelum terkena beban. Sehingga arusnya jadi besar…fuse-nya di kontrol kabinet jebol. Kalau ground faultnya pada wire 2 (-) artinya arus sudah melewat beban transmitter (R besar) arus sesuai design requirement, maka fuse tidak jebol tapi arus kemudian tidak balik melalui common (-) tapi semua / sebagian belok ke ground sehingga kontrol kabinet tidak menerima respond signal. Ada yang bilang antara 2 (-) terhadap ground terjadi beda potensial¬†jadi ada voltage. (Need opinion benar atau tidak……..? mungkin kebalik?. Namun ada kawan saya yang juga bilang adanya beda potensial (voltage) antara common (-) dengan ground tidak bisa dijadikan patokan adanya arus bocor suatu rangkaian tertentu ke ground. Yang saya tangkap dari argumen kawan tersebut bahwa ground bisa punya potensial dari manapun juga dari tempat lain bukan sekedar bocoran dari rangkaian ini….hmm posisi berfikir, saya belum sempat membuktikan).

Cara offline cari ground fault yaitu mengukur resistant (+) terhadap ground dan atau mengukur (-) terhadap ground maka hasilnya harus infinity / tak hingga artinya tidak ada sentuhan sama sekali. Kalau ada value OHM antara (+) terhadap ground atau (-) terhadap ground maka dipastikan akan terjadi ground fault.

Transmitter bahkan kontrol kabinet bukanlah alat elektrikal seperti distribution board yang memiliki ground fault monitor. Jadi harus dicari.

Batam, 06-Jun-2018

Nova Kurniawan

 

Advertisements