Ketika Arus Lolos dari LOTO dan Mengalir ke Tempat yang Tidak Diinginkan

Dulu…. saya selalu yakin bahwa ketika Permit To Work diaplikasikan secara ketat dan Lock Out Tag Out juga diaplikan secara ketat dan benar, mengikuti prosedur yang benar maka insyaAllah 99% pekerjaan listrik akan aman. 1% nya adalah kelalaian karena manusia adalah tempat salah dan lupa, sehingga kealpaan ini bisa menjadi lubang ancaman keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain. Apa itu lubangnya? Biasanya susah didefinisikan pada awalnya. Kalau misalnya tau ada lubang di awal pasti langsung ditutup. Lubang-lubang itu akan timbuk secara jelas ketika sudah ada kejadian yang mengancam keselaman . Pada kasus fiksi saya kali ini adalah kejadian LOTO failure yang terjadi di negeri antah berantah yaitu adanya arus mengalir ke tempat yang tidak diinginkan.

Ketika suatu fasilitas sudah operasi, dialiri listrik, ON service maka maka semua orang akan menganggap bahwa kabel-kabel ditempat tersebut meskipun tanpa warning sign adalah kabel hidup bertegangan. Alam bawah sadar mereka mengatakan bahwa kabel itu bertegangan maka hati-hati. Jika perlu bekerja pada kabel tersebut maka sistem harus dimatikan dari breakernya dan breaker dikunci dengan LOTO, masih kurang percaya lagi dipastikan dengan mengukur voltage adalah 0 volt. Setelah semua cleat maka kabel tersebut aman dan orang bisa bekerja pada kabel atau equipment tersebut. Karena kehati-hatian ini mereka hanya akan bekerja ditempat yang tidak ada voltagenya, sudah dikunci LOTO, dan dipastikan kunci tidak bisa dibuka. Kunci hanya dapat dibuka ketika semua orang yang berkepentingan pada sistem tersebut sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengembalikan kunci dan atau tag ke koordinator LOTO sehingga breaker bisa di ON kembali. Fasilitas beroperasi normal kembali.

Lain halnya dengan fasilitas yang masih tahap konstruksi. Ketika kabel-kabel masih berjuntai-juntai ke sana kemari belum rapi, belum dkonek, umumnya orang akan menganggap bahwa kabel-kabel tersebut masih OFF alias tidak bertegangan.  Alam bawah sadar semua orang mengatakan bahwa kabel-kabel tersebut pasti tidak bertegangan dan tidak berbahays. Ketika fase konstruksi sudah pertengahan mendekati selesai maka ada 2 kondisi pada fasiltas tersebut yaitu ada kabel yang sudah selesai dipasang, rapi, dan dikonek tetapi  masih juga ada yang menjuntai-juntai. Untuk menghemat waktu, sistem equipment dan kabel-kabel yang sudah dikonek, rapi, komplete akan dialiri listrik dan dilakukan function test. Pada stage ini di fasilitas ini akan 2 kondisi yaitu kabel yang sudah ON dan kabel yang masih OFF. Yang ON harus betul-betul ditandai. Mana yang ON dan mana yang OFF harus dikontrol sedemikian rupa agar aman. Orang yang perlu melakukan function test dalam kondisi ON bisa bekerja sebaliknya, orang konstruksi pemasangan kabel yang belum selesai juga masih bisa bekerja.

Pada fase first energize semua Breaker harus di LOTO dan PTW diaplikasikan. Hanya sistem dengan equipment dan kabel yang ready energize ditandai dengan sistem completion acceptance dan livening up notice (LUN) kemudian breakernya boleh diijinkan energize ON. Jika tidak ada sistem completion, tidak ada LUN maka breaker harus tetap di LOTO karena artinya line tersebut belum selesai, artinya masih ada orang kerja di situ sewaktu-waktu.

LOTO di sini saya sebut sebagai alat untuh mencegah arus mengalir ke tempat yang tidak diinginkan. Tetapi sebaliknya tempat yang ingin dialiri listrik harus bisa dialiri.

Sayangnya masih saja ada insiden bahwa arus mengalir ke tempat yang TIDAK diinginkan, dicek pakai multimeter BETUL ada tegangan. Hal ini menimbulkan kaget, shock, dan investigasi. Meskipun arus ini ketahuan sebelum ada kejadian buruk (tidak ada yang tersengat) tetapi adanya arus dan tegangan bisa lolos ke tempat yang TIDAK diinginkan artinya PTW, LOTO, dan LUN kehilangan kontrol atas arus dan tegangan. Ada lubang dalam sistem safety-nya. Di mana lubangnya?

Uniknya setelah investigasi lolosnya arus ini ke tempat yang TIDAK diinginkan ini bukan karena kelalaian tim LOTO juga tim PTW tetapi disebabkan karena masalah drawing. Kabel yang hidup secara tidak sengaja tersebut TIDAK terlihat di Single Line Diagram. Padahal SLD adalah referensi utama sistem LOTO. Apakah salah revisi? Tidak juga, single Line Drawing sudah revisi terakhir. Apakah ada kelalaian dari engineering karena tidak menggambar line tersebut?

Pembuat Single Line Diagram menceritakan bahwa consumer dari Distribution Board Power dia adalah untuk Sistem A sesuai dengan pesanan Package Engineer A dengan breaker number katakanlah B10 dan itu sudah digambar di SLD. Ternyata pada akhir-akhir proyek Package Engineer B meminta feeder dari Distribution Board yang sama yang mana sudah tidak bisa diberikan karena breaker Distribution Board sudah Full consumer. Sehingga diputuskan Sistem B akan memparalel power dari Sistem A tanpa merivisi dan memberi informasi tambahan di Single Line Diagram bahwa consumernya sekarang ada 2 Sistem yaitu Sistem A dan Sistem B. Pembuat SLD tau hal ini, Package Engineer B tahu akan hal ini, tetapi Package Engineer A merasa tidak tahu, apalagi pengguna SLD yaitu tim LOTO juga tidak tahu menahu.

Ketika jadwal readiness completion Sistem A tiba maka Package Engineer A meminta ijin energize Sistem A untuk function test sistem A. Pemberi ijin kerja dan tim LOTO fokus ke completion Sistem A, dicek semua dokumen, di walkdown dan dinyatakn sistem A sudah komplet ready to energize dan ijin diberikan. LOTO untuk sistem A di buka kemudian Breaker dalam Distribution Board dinyalakan maka Sistem A segera ‘live’. Dengan tanpa disadari oleh mayoritas orang terlibat energize sistem A tersebut bahwa power langsung juga pergi ke Sistem B yang masih amburadul, orang konstruksi masih bekerja di sistem B tersebut. Untung saja selama berhari-hari tegangan ini tidak disentuh orang, sampai ada orang yang sedang mengecek sistem-B mendapati ada listrik di sistem-B dan melaporkan ada listrik liar tanpa warning sign. Kagettt….

Turn On Breaker untuk Sistem A, tetapi Sistem B ikut hidup karena arus liar mengalir kepadanya.

Note: Arus dan tegangan ini hanya untuk utility panel seperti lighting panel dan fans. Apakah secara engineering feeder untuk utility panel bisa di parallel antar panel yang berbeda sistem?

25 Nov 2018

Nova Kurniawan

 

 

Advertisements

English yang Simple-Simple

Seringkali ketika berdiskusi dengan teman-teman teknisi di lapangan sering dikatakan bahwa teknisi-teknisi kita tidak kalah dengan teknisi-teknisi luar negeri (terutama filipin dan india), cuman teknisi-teknisi kita kalah dalam bahasa inggris. Ya memang orang-orang india dan filipin rata-rata lebih bagus bahasa inggrisnya dari kita. Mereka menggunakan bahasa inggris sejak sekolah untuk belajar matematika, fisika, kimia, dll. Saya ingat waktu SD belajar matematika pakai bahasa jawa, kalah start.

Saya berfikir apanya bahasa inggris yang paling simple yang diperlukan oleh pekerja lapangan. Pekerja itu intinya bekerja dengan keterampilan skill technical bukan kemampuan berbicara seperti presenter, politisi atau manager yang harus punya kemampuan berbicara dalam rapat-rapat, negosiasi, dll. Karena pekerja itu intinya skill keterampilan technical lapangan maka bahasa inggris yang sesimple-simplenya yang diperlukan oleh pekerja itu apa kira-kira? Mungkin bahasa inggris untuk melaporkan secara verbal atau short message tentang pekerjaannya yang dia lakukan kepada atasanya. Laporan pekerjaan yang paling mendasar menurut saya cukup dua saja yang utama yaitu:

  • Pertama: Siapa mengerjakan apa atau apa dikerjakan siapa. Siapa meng-Anu Apa, atau Apa di-Anu Siapa.
  • Kedua   : Status pekerjaan apakah sudah dikerjakan, belum dikerjakan, sedang dikerjakan, atau akan dikerjakan.

Siapa meng-Anu Apa atau Apa di-Anu Siapa

Ini adalah dasar kalimat yang sejak SD diajarkan dalam bahasa indonesia bahwa kalimat memiliki maksud ketika minimal ada Subyek dan Predikat. Tergantung tipe Predikat yang digunakan maka seringkali memerlukan Obyek dan dilengkapi dengan Keterangan (SPOK). Bahasa Inggris sama persis dengan Bahasa Indonesia menggunakan SPOK. Subyek = Pelaku bisa orang, hewan, benda yang bisa ditempeli kata sifat (adjective); Predikat = umumnya kata kerja (verbs) atau perbuatan; Obyek = yang dikenai perbuatan bisa orang, benda, hewan yang bisa juga ditempeli kata sifat; Keterangan = waktu, tempat, situasi dan kondisi.

Setelah mengetahui SPOK kita harus memilih akan menggunakan kalimat aktiv atau pasif?

  • Kalimat aktif = SPOK
  • Kalimat pasif = OPSK atau KOPS atau OKPS

Sebagai ilustrasi pekerja mendapatkan tugas untuk memasang kabel pada suatu platform. Pekerja-pekerja proyek mayoritas pekerjaannya adalah pasang memasang maka bahasa inggris yang sering muncul adalah “install”. Install adalah kata kerja (verb) maka posisinya sebagai Predikat. Dengan prinsip SPOK maka kemudian siapa pelakunya? Pelakunya adalah saya “I” maka “I” adalah Subyek. Selanjutnya siapa yang dikenai pekerjaan atau apa yang dikerjai? tentu saja kabel “cable” sebagai Obyek. Keterangannya berupa? ternyata nama tempat yaitu Platform. Maka komplet SPOK-nya. Pilihan selanjutnya adalah apakah akan menggunakan kalimat aktif SPOK atau kalimat pasif OPSK / KOPS / OKPS.

  • Kalimat Aktif dasar: I (meng-) install cable at platform
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform (di-) install(ed) by I (me)

Dalam Bahasa Indonesia membedakan kalimat aktif atau pasif cukup dengan membedakan dengan awalan me- atau di-. Bahasa Inggris tidak mengenal awalan seperti bahasa indonesia jadi mereka menggunakan metode perubahan bentuk kata kerja (verb). Kalimat aktif menggunakan kata kerja bentuk pertama (install), sedangkan kalimat pasif menggunakan kata kerja bentuk ke-tiga (installed).

Karena bahasa inggris selalu terikat waktu maka contoh kalimat aktif dan pasif berikut menggunakan waktu sekarang artinya sedang dikerjakan atau masih dikerjakan.

  • Kalimat Aktif dasar: I am installing cable at platform.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform is being installed by me.

Pada kalimat aktif am sebagai to be anggap saja mewakili kata meng- dalam bahasa indonesia, sedangkan tambahan ing setelah install untuk menunjukkan bahwa pekerjaan install sedang dilakukan.

  • Kalimat Aktif Indonesianya : Saya sedang memasang kabel pada anjungan.

Pada kalimat pasif is being mewakili kata dalam bahasa indonesia di- yang sedang dilakukan yaitu sedang diinstall. Sedangkan –ed adalah untuk passive voice verbnya harus berubah bentuk ke bentuk ke-3. Kebetulan bentuk ke-3 dari install adalah installed.

  • Kalimat Passive Indonesianya: Kabel di anjungan sedang dipasang oleh saya.

Belum, Sedang, Akan, Sudah

Pekerjaan memasang kabel tentu saja ada statusnya apakah Belum, Sedang, Akan, atau Sudah dilakukan. Melaporkan status pekerjaan sangat penting untuk dilakukan.

Belum

  • Kalimat Aktif dasar : I have not installed cable at platform.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform has not been installed by me.

Pada kalimat aktif have not installed memiliki arti belum memasang. Sedangkan pada kalimat pasif has not been installed memiliki arti belum dipasang.

Sedang

  • Kalimat Aktif dasar: I am installing cable at platform.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform is being installed by me.

Akan

  • Kalimat Aktif dasar: I will install cable at platform.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform will be installed by me.

Pada kalimat aktif will install memiliki arti akan memasang. Sedangkan pada kalimat pasif will be installed memiliki arti akan dipasang.

Sudah

  • Kalimat Aktif dasar: I have installed cable at platform
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform has been installed by me.

Pada kalimat aktif have installed memiliki arti sudah memasang. Sedangkan pada kalimat pasif has been installed memiliki arti sudang dipasang.

Sudah – Sedang

Sudah-Sedang merupakan konsep kalimat yang susah dimengerti oleh orang indonesia. Tapi kalimat model ini diperlukan untuk memberi penekanan bahwa saya sudah melakukan pekerjaan ini lho selama sekian waktu tapi belum selesai juga alias masih sedang dikerjakan (ada penekanan ke sudahnya). Contoh bahasa indonesia: Saya sudah memasang kabel di platform selama dua hari dan sampai sekarang masih sedang memasang juga (karena belum selesai).

  • Kalimat Aktif dasar: I have been installing cable at platform for 2 days.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform has been being installed by me for 2 days.

Pada kalimat aktif have been installing memiliki arti sudah sedang memasang kabel di anjungan selama 2 hari dan masih melakukan. Pada kalimat pasif has been being installed memiliki arti sudah dipasang selama 2 hari dan masih sedang dilakukan karena belum selesai.

Akan – Sudah

Akan-Sudah merupakan konsep kalimat yang mengira-ngira atau prediksi bahwa pekerjaan akan sudah selesai dalam beberapa waktu ke depan. Contoh bahasa indonesia: Saya akan sudah selesai memasang kabel di platform besok.

  • Kalimat Aktif dasar : I will have installed cable at platform tomorrow.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform will have been installed by me tomorrow.

Pada kalimat aktif will have installed memiliki arti akan sudah memasang besok artinya selesai besok. Pada kalimat pasif will have been installed memiliki arti akan sudah dipasang besok.

Semoga setelah ini saya tidak menjumpai laporan berbunyi: I was installed cable at platform yesterday yang memiliki arti Saya dipasang kabel di anjungan kemarin. Masak kita dipasang. Terus bagaimana cara untuk menceritakan Saya memasang kabel di platform kemarin:

Berita  / Cerita Ngasih Tau Kejadian Yang Sudah Terjadi

  • Kalimat Aktif dasar : I installed cable at platform yesterday.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform was installed by me yesterday.

Pada kalimat aktif installed memiliki arti memasang yang sudah kejadian, saya memasang kabel di anjungan kemarin. Pada kalimat pasif was installed memiliki arti dipasang yang sudah kejadian.

Berita  / Cerita Ngasih Tau Kejadian yang Pas Sedang Itu ….Ada barengannya

  • Kalimat Aktif dasar: I was installing cable at platform when you called me yesterday.
  • Kalimat Pasif dasar: Cable at platform was being installed by me when you called me yesterday.

Pada kalimat aktif was installing memiliki arti cerita lagi pas-pas-nya sedang memasang kabel kemarin itu kamu manggil. Pada kalimat pasif was being installed memiliki arti ceritanya lagi pas-pasnya kabel sedang dipasang kemarin itu kamu manggil.

Batam, 24 Nov 2018

Nova Kurniawan