Voting; Sensor Failure

Ketika terjadi kecelakan Lion Air JT-610 Boing 737 Max rute Jakarta – Pangkalpinang ada issue-issue yang muncul bahwa sumbernya adalah kegagalan sensor angle of attack (sudut kemiringan pesawat) dalam memberikan informasi ke controller sehingga controller memerintahkan nose down (hidung turun menukik) untuk menghindari Stall (posisi pesawat yang kehilangan gaya angkat karena posisinya terlalu “dangak” hidung ke atas). Dan anehnya sistem anti-Stall tidak bisa di override atau dimanualkan (itu yang saya dengar), sehingga pesawat yang sama pada penerbangan sebelumnya harus dicabut kabel power pada controllernya sehingga pilot bisa mengambil alih pesawat. Issue tetap menjadi issue tidak pernah ada penjelasan technical (atau saya mungkin belum tau aja kali ya). Dari banyak talkshow di televisi saya kok tidak pernah mendapati ada pakar instrument & control pesawat yang diundang untuk bicara. Pengen lihat ada profesi Aircraft Instrument and Control Engineer muncul di televisi yang bisa menjelaskan masalah teknikal dengan bahasa awam.

Ketika terjadi kecelakaan berikutnya di Ethiopia, banyak negara melakukan grounded Boeing 737 Max. Setelahnya Boeing merilis laporan yang kurang lebih mengindikasikan persoalan teknikal yang sama dengan issue-issue sebelumnya bahwa sensor angle of attack mengalami masalah sehingga memberikan signal yang salah terhadap sudut pesawat. Di berita laporan tersebut juga disebutkan bahwa Boeing akan menambah jumlah sensor angle of attack pesawat Boeing 737 Max sehingga lebih dari 1, jika 1 gagal masih ada sensor yang lainnya. Sampai titik ini saya mulai heran, bagaimana mungkin instrument and control engineer perusahaan raksasa seperti Boeing baru di tahun 2019 setelah ada korban ratusan jiwa melayang kepikiran menambah sensor-sensor angle of attack sebagai antisipasi jika 1 sensor gagal.

Dari dulu kalau baca artikel safety control sering dibilang bahwa safety control pesawat dan nuclear plant adalah yang paling ultimate secara safety dibandingkan fasilitas-fasilitas seperti oil and gas and petrochemical. Oil and Gas saja menerapkan voting dengan redundant pada tempat-tempat kritikal untuk antisipasi sensor atau transmitter failure. Misalnya voting 2oo3 artinya total terdapat 3 sensor yang apabila minmal ada 2 sensor memberikan indikasi alarm yang sama maka controller baru akan merespon. Jika hanya ada 1 sensor yang memberikan sinyal alarm maka controller tidak akan merespon karena bisa saja dari sensor yang salah. Kalau 2 sensor memberikan nilai yang sama kecil kemungkinan dikarenakan dua-duanya salah.  Dan sistem voting ini sudah lama diterapkan, jauh hari sebelum saya mengenal instrument mungkin ya. Sehingga sangat tidak masuk akal jika Aircraft Instrument & Control Engineer tidak menerapkan voting pada sensor kritikal pesawat. Sehingga dengan “lugunya” manajemen Boeing hendak menambah sensor angle of attack.

Tulisan saya bukan untuk membahas instrument and control pesawat, tetapi hanya berisi keheranan saja  tentang voting pada aircraft control.

Batam, 08 May 2019

Nova Kurniawan

Advertisements

Produktif

Saya ingin menulis tentang pengertian kata produktif yang memiliki pengertian berbeda dari banyak orang yang saya ajak diskusi. Setidaknya saya mendapat dua kelompok pengertian produktif dari berbagai obrolan saya dengan kolega dan rekan kerja.

  1. Produktif adalah kemampuan untuk menghasilkan produk atau hasil suatu pekerjaan terhadap yang direncanakan.
  2. Produktif adalah kemampuan untuk menghasilkan produk atau hasil suatu pekerjaan dengan biaya tertentu yang dihabiskan terhadap biaya yang dianggarkan.

Contoh 1:

Untuk proyek membuat baju kemeja laki-laki lengan pendek 100 potong direncanakan selesai dalam waktu 10 hari. Maka didatangkanlah 100 orang penjahit yang dibayar harian untuk menyelesaikan 100 baju dalam waktu 10 hari.  Maka dalam 10 hari akan selesai 100 baju tepat waktu. Kalau pengertian produktif sesuai dengan definisi yang pertama adalah sekedar hasil kerja terhadap rencana kerja maka project pembuatan baju ini disebut produktif karena yang direncanakan 100 baju selesai dalam 10 hari, dan terbukti 100 baju selesai dalam 10 hari.

Pemesan baju akan mengacungi jempol dan memuji bahwa proyek anda sangat produktif sekali. Pemesan baju selalu dan akan selalu melihat produktivitas seperti itu, yang penting hasil harus sesuai yang direncanakan bahkan kalau lebih banyak atau lebih cepat tentu lebih bagus.

Akan tetapi jika definisi produktif menggunakan definisi kedua, kegiatan pada contoh 1 di atas belum bisa disebut produktif. Pemborong proyek jahitan harus memiliki estimasi biaya upah tukang jahit dan berapa yang dihasilkan dalam 1 hari atau berapa hari diperlukan untuk membuat 1 baju kemeja lengan pendek. Misalnya pemborong proyek jahitan memiliki estimasi bahwa 1 penjahit bisa menyelesaikan baju selama 2 hari maka dalam 10 hari, 1 orang akan menyelesaikan 5 baju. Total baju yang harus dibuat adalah 100 baju maka maksimal pemborong jahitan hanya memerlukan 20 orang penjahit. Jika upah tukang jahit Rp. 100.000,- maka estimasi biaya upah setiap baju adalah Rp. 200.000,-. Totalnya pemborong jahitan akan menganggarkan Rp. 20.000.000,- untuk labor cost pembuatan 100 buah baju lengan pendek. Produktivitas akan dinilai dari ongkos yang dibayarkan kepada tukang jahit terhadap biaya yang dianggarkan (biasanya ini adalah rahasia dapur pemborong jahitan). Kalau biaya labor yang dikelurakan kurang dari anggaran 20.000.000,- maka proyeknya pemborong jahitan disebut produktiv, sebaliknya jika biaya yang dikeluarkan lebih dari anggaran 20.000.000,- maka proyek baju ini tidak produktiv.

Pemesan baju tidak terlalu perduli dengan detail hitung-hitungan produktivitas pemborong baju. Tetapi pemesan baju akan memonitor jumlah penjahit yang pemborong punya. Pemesan baju berhak komplain jika misalnya jumlah penjahit yang disediakan cuma 5 orang. Dalam 2 hari hanya selesai 5 potong, akan tergambar dalam 10 hari kedepan hanya selesai 25 potong. Pemesan Baju berhak meminta tambahan 19 orang sehingga total penjahit  menjadi 24 orang pada hari ke-3. Kenapa 24? Untuk mengejar ketertinggalan, karena dengan data awal 5 orang penjahit dalam 2 hari hanya menghasilan 5 maka dengan 24 penjahit dalam 2 hari akan menghasilkan 24 baju dengan sisa 8 hari maka 24 orang penjahit akan menghasilkan 96 baju. Ditambhkan dengan 5 baju pada 2 hari pertama maka total baju pada hari ke-10 adalah 5 + 96 = 101.

Apakah produktiv?

Menurut Pemesan Baju dengan definisi produktiv yang pertama: Ya, produktif karena dalam waktu yang ditentukan 10 hari telah dihasilkan 101 baju, padahal yang direncanakan hanya 100 baju. Achievement above expectation… Luar Biasa.

Menurut pemboroang Baju dengan definsi produktiv yang kedua: Belum tentu, kita hitung dulu biaya yang dikeluarkan? Anggarannya estimasinya untuk tukang jahit adalah 20.000.000,-

  • Hari Pertama Keluar Uang :    500.000,-
  • Hari Kedua Keluar Uang     :    500.000,-
  • Hari Ketiga Keluar Uang     : 2.400.000,-
  • ……………………………….s/d
  • Hari Ke-10 Keluar Uang      : 2.400.000,-

Total Biaya Pengeluaran untuk tukang jahit adalah Rp. 20.200.000,-

Jadi Biaya yang dikeluarkan lebih besar dari biaya yang dianggarkan. Maka Menurut definisi Produktiv yang ke-dua maka proyek si Pemborong Jahitan adalah Tidak Produktiv. Padahal tukang jahitnya produktiv lho dalam 2 hari 1 orang menyelesaikan 1 baju.

Nova Kurniawan

Batam, 08 May 2019

Nyetrum Enggak, Nyetrum Enggak…

Kejadian Pertama:

Seorang kawan menyampaikan sebuah concern terhadap suatu susunan sistem rangkaian listrik DC 60A yang mana kabel negatifnya di dalam cor2-an terhubung ke suatu batang penghantar yang secara sengaja (atau mungkin juga tidak sengaja) menyentuh besi cor, yang mana batang besi cor ini juga menyentuh support pipa, sehingga kemudian secara otomatis nanti menyentuh pipa juga. Berita horor yang berkembang adalah listrik 60A akan mengalir pada pipa, bagaimana nanti kalau ada orang memegang pipa tersebut? Kesetrum. Bukan hanya 1 atau 2 orang, tapi mulai banyak orang khawatir, ini bisa….. Nyetrum-nyetrum.

Kejadian Kedua:

Ada kiriman panel-panel listrik memiliki busbar R,S,T, dan N yang mana busbar R,S,T dilindungi pakai kaca plastik akrilik sedangkan busbar N posisinya agak di bawah dan tidak dilindungi kaca akrilik. Karena saya dulu-dulu ingatnya R,S,T, dan N selalu semua dilindungi kaca akrilik, maka saya nyeletuk eh ini Neutral kok gak dicover kaca? Neutral kan tempat arus kembali ke generator, nanti neutral ini bisa…. Nyetrum-nyetrum.

Karena ilmu listrik gak terlalu banyak maka perlu 2 harian buat ngayalin kejadian ke-dua ini (belum juga yang pertama). Dimulai dari pertanyaan berapa tegangan antara Neutral-Ground? jawabanya adalah 0 Volt. Record-record data-data check sheet saya sebelumnya juga konsisten bahwa pengukuran Neutral-Ground adalah 0,00n Volt artinya secara empiris pun terbukti bahwa Neutral-Ground = 0 Volt. Akan tetapi daripada itu panel yang saya temui pada kejadian kedua ini menggunakan RCD (Residual Current Detector) 1-phase yang prinsip kerjanya membandingkan arus menuju line phase dan arus balik pada neutral. Jika arusnya line phase tidak sama dengan arus neutral maka artinya ada arus bocor sehingga RCD akan trip. Kesimpulannya adalah Neutral pasti dilewati oleh arus.

Mengingat akan 2 hal di atas bahwa Neutral itu tidak bertegangan, tetapi Neutral itu mengalirkan arus. Saya seperti menghadapi sebuah paradoks. Tidak bertegangan tetapi berarus ya…ya..ya bagaimana ya.

Selidik punya selidik Neutral itu adalah referensi yang terkoneksi dengan ground juga di titik sourcenya yaitu transformer atau generator. Sehingga pantas saja beda potensial antara Neutral dan Ground adalah 0 Volt. Terus kenapa ada arusnya? Dalam konsep listrik, arus akan mengalir jika terdapat beda potensial (atas – bawah). Neutral dijadikan referensi (bawah) oleh Phase (atas) sehingga Phase dan Neutral terdapat beda potensial. Beda potensial ini yang menyebabkan arus listrik mengalir setelah melewati beban. Jadi phase bertegangan 220 Volt (atas) dan Neutral 0 Volt (bawah) maka arus mengalir jika terhubung melewati suatu beban.

Jika arus yang mengalir pada neutral dipegang oleh orang yang menginjak tanah maka arus tidak akan belok ke tubuh manusia karena yang dipegang adalah Neutral 0 Volt dan yang dipijak adalah tanah atau Ground yang juga 0 Volt. Antara Neutral dan Ground tidak memiliki beda potensial, tanpa beda potensial arus tidak mengalir. Jadi kesimpulan saya neutral itu aman sehingga tidak apa-apa tanpa dilindungi kaca proteksi.

Karena ngayal kejadian ke-dua merasa ketemu jawabannya maka teringat kejadian pertama. Bedanya adalah pada kejadian pertama sistemnya adalah DC. Bukankah kutub negatif itu adalah referensi (bawah) yang artinya sama dengan neutral, sedangkan kutub positive adalah tegangan (atas). Ketika di positive terdapat tegangan DC 100 Volt maka tegangan ini tidak ada artinya apa-apa sebelum direferensikan. Kalau direferensikan ke tanah yang kita injak dan dihubungkan dengan tangan kita yang menyentuh kutub positive DC 100 Volt maka akan ada beda potensial antara kutub positive dan tanah sebesar 100 volt. Karena ada beda potensial maka arus mengalir melalui tubuh kita. Bahaya. Tetapi jika kutub positive DC 100 Volt direferensikan ke kutub negative 0 Volt dan dihubungkan oleh beban misalnya lampu maka arus mengalir melewati beban melewati kabel negative.

Kalau arus DC yang melewati kabel negative sebesar 60A kemudian terpegang oleh manusia yang menginjak tanah, apakah arus akan berbelok mengalir ke tubuh manusia? Menurut saya tidak, karena kabel negative memiliki potensial 0V sedangkan ground / tanah memiliki potensial 0 Volt juga. Tanpa beda potensial maka arus tidak mengalir alias tidak nyetrum.

Eh, masuk akal gak ya…

West Papua, 31 Mar 2019

Nova Kurniawan

Ketemu Lagi: Shielding and Armouring

Saya mendapati typical drawing grounding inside enclosure seperti Gambar 1 di bawah ini:

shield armour

Gambar 1. Shielding and Armouring

  • (15) Shielding / Armouring Grounding
  • (5) Earth Tag Grounding

Curiosity saya ketika melihat gambar tersebut adalah:

  1. “Apakah pada dunia persilatan instrument atau elektrikal masih ada yang memahami bahwa shielding dan armouring adalah hal yang sama?
  2. “Apakah pada dunia persilatan instrument atau elektrikal masih ada yang memahami bahwa shielding digrounding di tempat yang sama dengan groundingnya cable accessories (earth tag)?”

Pertama

Saya adalah pengantut aliran yang berbeda dengan gambar di atas. Semoga aliran saya bukan aliran sesat. Sering saya tulis di blog-blog saya sebelumnya apa itu shielding dan apa itu armouring. Shielding dan Armouring (15) adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Secara fisik bendanya berbeda dan secara fungsi kegunaannya berbeda.

Kalau pembuat gambar mau meluangkan waktunya untuk mengupas kabel (tapi dimana ngupasnya? biasanya pembuat gambar stay di kota besar dan di office) maka armour letaknya adalah tepat di bawah outersheath berupa wire yang dirajut sedemikian rupa atau berupa lempeng metal tipis bergelombang. Fungsi armour adalah untuk mechanical protection dan bisa juga untuk dirty earth. Sedangkan Shield yang berupa screen dan drain wire letaknya dibawah inner sheath. Berupa aluminium foil dan wire kecil telanjang yang berfungsi untuk clean earth.

Dari gambar di atas saya terpaksa menyimpulkan bahwa pembuat gambar tidak ada concern tentang pembedaan konsep clean earth dan dirty earth. Atau tidak tau bedanya shield dan armour? Atau mungkin saya sendiri aja yang suka beda-bedain dan bikin konsep sendiri saja? Ahhh semoga tidak ya.

Kedua

Armour tidak perlu ikut masuk ke dalam junction box tapi berhenti dan diclamp di dalam cable gland dan bersatu alias continue dengan cable gland. Sehingga ketika cable gland digrounding earth tag (5) maka armour akan tersambung dengan grounding dirty lewat kabel no (5) bukan (15). Pada Gambar 1 di atas seakan-akan armournya masuk enclosure kemudian dijadikan satu dengan Shield (Oooo tidak boleh). Jikapun terpaksa karena cable masuk JB tidak menggunakan gland maka boleh saja diterapkan suatu metoda menjepit armour kemudian disambungkan ke dirty grounding dengan catatan: tetap tidak boleh jadi satu dengan shield.

Karena tidak boleh satu maka kabel no (15) yang dari shield harus dilepas dari Earth Bar. Shield harus dicollect dan diteruskan sampai ke control center paling ujung. Kemudian disediakan Bar tersendiri yang disebut sebagai Instrument Earth Bar (Bisa berupa Non IS atau IS).

Semoga bukan aliran sesat…..

Batam, 13 Jan 2019

Nova Kurniawan

 

Again…The Screen Of Instrument Cable

Again I got a technical note and statement about screen cable that really disturbed me because it is against what I understand for 14 years but I need to be open minded. It may we have new technology invention about screen, so this kind notes come up on project documents and needs to be considered:

  1. Instrument cable screen need to be sleeved green-yellow for instrument safety earth and green for instrument protective earth.
  2. Instrument cable screen need to be coiled at devices for testing purposes.

Pertama menurut saya adalah bahwa penggunaan terminologi screen adalah salah. Seperti yang pernah saya bahas pada topik blog  The Best Image of Instrument Cables; I think.. bahwa menurut manufaktur cable instrument itu susunannya seperti pada gambar 1. Bagian yang bisa disleeve namanya adalah Drain Wire. Sedangkan screen berupa alumnium foil. Screen dan Drain Wire bersatu untuk untuk menjalankan fungsi melindungi signal dari gangguan interferensi, fungsi ini disebut sebagai Shield.

Inst_Cable

Gambar 1. Susunan Kabel Instrument

1. Instrument Safety Earth and Instrument Protective Earth

Pada blog saya sebelumnya selalu saya nyatakan bahwa dalam sistem kontrol instrument selalu terdiri dari Dirty Earth (Protective Earth / Electrical Earth) dan Clean Earth (yang bisa berupa Instrument Earth Non IS dan Instrument Earth IS). Nah menurut saya cukup 3 itu saja yang perlu untuk diketahui dan dibedakan dalam suatu earthing kontrol kabinet / panel / system.

  • Protective Earth untuk elektrikal safety dan proteksi yang menghubungkan semua ground dari body panel, armour, gland, dan grounding power kabel.
  • Instrument Earth-Non Is untuk melindungi signal pada transmisi Non-IS dari gangguan / interferensi dengan cara menghubungkan screen Non-IS kabel menjadi 1 dan terpisah dengan PE.
  • Instrument Earth-IS untuk melindungi signal pada transmisi circuit IS dari gangguan / interferensi dengan cara menghubungkan screen-IS kabel menjadi 1 dan terpisah dengan PE dan NIS-E.

Sekali lagi cukup 3 itu saja istilah yang perlu digunakan menurut saya. Namun rupanya ada istilah baru menurut engineer pembuat specification bahwa Instrument Earth itu dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu Instrument Safety Earth dan Instrument Protective Earth. Dan screen sebagai bagian dari instrument disebutkan bisa berfungsi sebagai safety earth dan bisa juga berfungsi sebagai protective earth. Saya agak ganjil dengan istilah screen bisa menjadi safety earth atau bisa juga protective earth. Sehingga fungsi screen seperti itu tidak tepat dan justru menimbulkan kebingungan.

Shield yang terdiri atas Screen dan Drain Wire diciptakan secara special untuk melindungi transmisi signal dari interferensi elektromagnetik maka cukup saja disebut sebagai clean earth / instrument earth.

Ketika bicara screen tidak perlu membawa istilah safety dan protection, karena justru sebaliknya safety dan protection merupakan fungsi dirty earth earth / electrical earth umumnya disebut sebagai PE (Protective Earth). Fungsi ini untuk melindungi sistem dari kegagalan elektrikal berupa short circuit dan lightening juga jika sistem instrument tersengat lightening.

Kembali ke note statament di atas bahwa seakan-akan screen memiliki 2 fungsi:

“sleeved green-yellow for instrument safety earth and green for instrument protective earth”

Ini juga pernyataan batil alias tidak tepat. Screen hanya memiliki 1 fungsi yaitu melenyapkan gangguan yang mungkin datang mengganngu tranmisi signal yang lewat pada kabel pair signal. Perlu disleeve warna apa? saya lupa Code-nya tapi sepanjang yang saya temui drain wire harus disleeve warna hijau. Ketika drain wire di sleeve warna green-yellow maka asumsi orang yang tidak melihat drawing adalah drain wire ini merupakan bagian dari Dirty / PE. Padahal tidak dan justru harus dipisahkan.

2. Instrument cable screen need to be coiled at devices for testing purposes.

Kenapa screen pada field devices di coiled? Pada blog-blog saya sebelumnya saya bahas bahwa screen wajib ditape dan dicoiled agar tidak menyentuh PE. Ketika menyentuh PE maka terjadi ground loop. PE itu bisa berupa body devices, PE terminal, etc yang berhubungan dengan dirty earth. Ground Loop adalah peristiwa gangguan signal.

Nah, saya mendapati statement bahwa screen dicoiled for testing purposes. Menurut saya ini juga pernyataan batil alias tidak tepat. Testing apa yang hendak dilakukan di screen?

Kalau ada rekan yang justru setuju dan mendukung notes yang saya salahkan, dipersilahkan untuk menerangkan.

Batam, 12 jan 2019

Nova Kurniawan

Cable Gland Accessories

Saya berusaha mengingat-ingat bahwa saya tidak pernah menjumpai engineering specification dan drawing yang membahas secara detail, menggambarkan secara detail typical drawing tentang guideline pemasangan (mana accessories yang perlu, mana accessories yang tidak diperlukan), dan urutan (jangan terbalik) pemasangan cable gland accessories: Sealing / IP washer, Earth Tag, Serrated Washer, Reducer, Adaptor, dan Lock Nut.

Namun demikin aktivitas Quality Inspection di Site memberikan porsi besar pada inspeksi detail kabel gland dan accessoriesnya tersebut  berdasarkan best practice pengalaman proyek sebelumnya, module-module / diktat training, dan manufacture recommendation. Efek yang dihasilkan jika ditemukan ketidak-sesuaian adalah sangat menyakitkan yaitu bongkar terminasi dan bongkar kabel gland yang berefek langsung pada delay schedule.

Jangan-jangan Engineering menganggap tidak penting dan dianggap hal remeh temeh, sedangkan Quality menganggap penting accessories tersebut? Yang jelas it costs too much for construction progress jika hasilnya adalah selalu bongkar. Dan uniknya dari proyek-proyek yang saya jumpai selalu terjadi yang namanya Bongkar gara-gara cable gland accessories. Gland accessories antara lain sebagai berikut:

  • Sealing / IP Washer adalah Ring Gasket untuk menjamin air, gas, atau dust dapat lalu lalang melalui sela-sela antara gland dan enclosure. Dengan memasang IP washir maka rating Ingress Protection tetap terjamin. Meskipun dikatakan oleh salah satu manufacture ketika gland paralel thread (metric) bertemu hole paralel thread (metric) dan saling kontak gigit minimal 6mm maka tanpa tambahan IP washer pun sudah masuk kriteria IP54. Lain halnya dengan tappered thread , sealing / IP washer tidak perlu digunakan.
  • Earth Tag adalah cantolan grounding. Untuk memastikan bahwa cable gland terhubung dengan grounding. Ketika cable gland terhubung dengan conductive enclosure maka dianggap gland sudah bersatu dengan enclosure sehingga grounding enclosure jadi satu dengan grounding cable gland. Ketika enclosue beruba non-conductive material maka maka fungsi earth tag adalah untuk menggrounding gland.
  • Serrated washer adalah ring metalic bergerigi yang berfungsi sebagai anti vibration sehingga kalau ada vibrasi tidak mengendorkan gland. Namun demikian serrated washer seperti mandapatkan fungsi “baru” sebagai pengoyak enclosure metalic conductive yang dilapisi cat, agar cable gland menyentuh metalic enclosure tanpa halangan cat.
  • Reducer adalah fitting untuk menyesuaikan lubang perempuan thread yang terlalu besar dengan thread gland yang kecil. Kalau sebaliknya bagaimana? Lubang thread enclosure terlalu kecil sementara glandnya terlalu besar maka biasa disebut adaptor (harusnya disebut Expander). Adaptor juga untuk menyebut fitting untuk menyesuaikan tipe thread (parallel atau tappered) yang tidak sesuai antara lubang perempuan dan thread gland
  • Lock Nut adalah mur pengunci thread gland agar terikat kuat pada enclosure.

Ketika semua pihak menganggap pemasangan gland accessories adalah hal penting dan kritikal, maka tentu akan dikeluarkan berbagai macam kombinasi Typical Cable Gland and Accessories Installation. Fungsinya sebagai guidance electrican lapangan untuk mengurangi re-work bongkar-pasang cable gland. Typical Cable Gland and Accessories Installation terdiri kurang lebih sebagai berikut. Kombinasinya berdasarkan tipe lubang: Hole Through, Tappered Thread, atau Parallel Thread; Ukuran dan Tipe Lubang Fit atau Unfit; dan Enclosure (JB atau Panelnya) metalic conductive atau non-conductive.

  1. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Hole Through Painted Conductive Enclosure
  2. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Hole Through Unpainted Conductive Enclosure
  3. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Hole Through Non-Conductive Enclosure
  4. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Hole Through Painted Conductive Enclosure
  5. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Hole Through Unpainted Conductive Enclosure
  6. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Hole Through Non-Conductive Enclosure
  7. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Tappered Thread (NPT) Gland on Tappered Hole Thread Conductive Enclosure (Regardless Painted or Non-Painted)
  8. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Tappered Thread (NPT) Gland on Tappered Hole Thread Conductive Enclosure (Regardless Painted or Non-Painted)
  9. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Parallel Thread (Metric) on Conductive Enclosure
  10. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Fit Parallel Thread (Metric) on Non-Conductive Enclosure
  11. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Parallel Thread (Metric) on Conductive Enclosure
  12. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Parallel Thread (Metric) on Non-Conductive Enclosure
  13. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Tappered Thread (NPT) Gland to Parallel Thread (Metric) on Conductive Enclosure
  14. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Tappered Thread (NPT) Gland to Parallel Thread (Metric) on Non-Conductive Enclosure
  15. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Parallel Thread (Metric) Gland to Tappered Thread (NPT) on Conductive Enclosure
  16. Typical Cable Gland and Accessories Installation for Unfit Parallel Thread (Metric) Gland to Tappered Thread (NPT) on Non-Conductive Enclosure

Ada 16 kombinasi racikan Rujak (Eh salah…. Cable Gland Accessories)  yang menghasilkan kombinasai racikan Sealing / IP washer, Earth Tag, Serrated Washer, Reducer, Adaptor, dan Lock Nut yang agak berbeda. Concern-concern yang menyebabkan perbedaan kombinasi di atas antara lain.

  1. Beda Painted dan Non-painted enclosure pada hole through (lubang lewat) adalah gigitan pada enclosure. Catnya kalau tidak digigit menghalangi kontak antara gland dengan enclosure. Siapa yang menggigit enclosure sehingga cable gland bisa nyambung alias conductive dengan enclosure?. Karena tidak ada gigitan maka  kadang diminta serrated washer sebagai penggigit.
  2. Beda Conductive (metalic) dan Non-Conductive (GRP, Fiber, Plastic) adalah efek grounding dari cable gland apakah bisa bersatu dengan enclosure atau tidak. Efek dari kasus ini adalah penggunaan Earth Tag diperlukan atau tidak.
  3. Beda Fit dan Unfit Hole Through akan menyebabkan penggunaan Reducer atau Adapter, di mana lokasi dipasang IP Washer apakah antara enclosure dengan reducer dan atau reducer dengan gland?.
  4. Beda Hole Through dan Thread (NPT) akan berefek pada beda gigitan antara gland dengan enclosure dan kekuatan menahan gland pada enclosure (lock nut).
  5. Ketika gland dipasang pada unfit hole thread atau unfit hole through maka dimana earth tag akan dipasang? apakah antara enclosure dengan reducer / adapter atau antara reducer/ adapter dengan gland?
  6. Ketika gland dipasang pada unfit hole thread atau unfit hole through yang memerlukan reducer apakah IP washer perlu dipasang? Kalau perlu apakah dipasang antara enclosure dengan reducer atau antara reducer dengan gland? Atau diperlukan dua-duanya?
  7. Vibration apakah perlu serrated washer?
  8. ……………………………………………………

Selama tidak ada referensi engineering detail tentang hal-hal di atas menurut saya dipersilahkan untuk meracik gland accessories berdasarkan best practice, pengalaman, dan training-training. Yang terpenting fungsi accessories mampu:

  • Memastikan Grounding Continuity dari Gland ke Earth PE
  • Memastikan Sealing untuk menjamin IP protection menghalangi yang lewat
  • Mengurangi Vibrasi
  • Memastikan Secara mekanik cable gland terpasang dengan kencang

Dan secara keseluruhan racikan accessoris dan body cable glandnya sendiri berfungsi melakukan proteksi dari timbulnya ledakan. Memisahkan gas, oksigen, dan sumber percikan api tidak saling bertemu.

Batam, 02 Des 2018

Nova Kurniawan

Ketika Arus Lolos dari LOTO dan Mengalir ke Tempat yang Tidak Diinginkan

Dulu…. saya selalu yakin bahwa ketika Permit To Work diaplikasikan secara ketat dan Lock Out Tag Out juga diaplikan secara ketat dan benar, mengikuti prosedur yang benar maka insyaAllah 99% pekerjaan listrik akan aman. 1% nya adalah kelalaian karena manusia adalah tempat salah dan lupa, sehingga kealpaan ini bisa menjadi lubang ancaman keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain. Apa itu lubangnya? Biasanya susah didefinisikan pada awalnya. Kalau misalnya tau ada lubang di awal pasti langsung ditutup. Lubang-lubang itu akan timbuk secara jelas ketika sudah ada kejadian yang mengancam keselaman . Pada kasus fiksi saya kali ini adalah kejadian LOTO failure yang terjadi di negeri antah berantah yaitu adanya arus mengalir ke tempat yang tidak diinginkan.

Ketika suatu fasilitas sudah operasi, dialiri listrik, ON service maka maka semua orang akan menganggap bahwa kabel-kabel ditempat tersebut meskipun tanpa warning sign adalah kabel hidup bertegangan. Alam bawah sadar mereka mengatakan bahwa kabel itu bertegangan maka hati-hati. Jika perlu bekerja pada kabel tersebut maka sistem harus dimatikan dari breakernya dan breaker dikunci dengan LOTO, masih kurang percaya lagi dipastikan dengan mengukur voltage adalah 0 volt. Setelah semua cleat maka kabel tersebut aman dan orang bisa bekerja pada kabel atau equipment tersebut. Karena kehati-hatian ini mereka hanya akan bekerja ditempat yang tidak ada voltagenya, sudah dikunci LOTO, dan dipastikan kunci tidak bisa dibuka. Kunci hanya dapat dibuka ketika semua orang yang berkepentingan pada sistem tersebut sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengembalikan kunci dan atau tag ke koordinator LOTO sehingga breaker bisa di ON kembali. Fasilitas beroperasi normal kembali.

Lain halnya dengan fasilitas yang masih tahap konstruksi. Ketika kabel-kabel masih berjuntai-juntai ke sana kemari belum rapi, belum dkonek, umumnya orang akan menganggap bahwa kabel-kabel tersebut masih OFF alias tidak bertegangan.  Alam bawah sadar semua orang mengatakan bahwa kabel-kabel tersebut pasti tidak bertegangan dan tidak berbahays. Ketika fase konstruksi sudah pertengahan mendekati selesai maka ada 2 kondisi pada fasiltas tersebut yaitu ada kabel yang sudah selesai dipasang, rapi, dan dikonek tetapi  masih juga ada yang menjuntai-juntai. Untuk menghemat waktu, sistem equipment dan kabel-kabel yang sudah dikonek, rapi, komplete akan dialiri listrik dan dilakukan function test. Pada stage ini di fasilitas ini akan 2 kondisi yaitu kabel yang sudah ON dan kabel yang masih OFF. Yang ON harus betul-betul ditandai. Mana yang ON dan mana yang OFF harus dikontrol sedemikian rupa agar aman. Orang yang perlu melakukan function test dalam kondisi ON bisa bekerja sebaliknya, orang konstruksi pemasangan kabel yang belum selesai juga masih bisa bekerja.

Pada fase first energize semua Breaker harus di LOTO dan PTW diaplikasikan. Hanya sistem dengan equipment dan kabel yang ready energize ditandai dengan sistem completion acceptance dan livening up notice (LUN) kemudian breakernya boleh diijinkan energize ON. Jika tidak ada sistem completion, tidak ada LUN maka breaker harus tetap di LOTO karena artinya line tersebut belum selesai, artinya masih ada orang kerja di situ sewaktu-waktu.

LOTO di sini saya sebut sebagai alat untuh mencegah arus mengalir ke tempat yang tidak diinginkan. Tetapi sebaliknya tempat yang ingin dialiri listrik harus bisa dialiri.

Sayangnya masih saja ada insiden bahwa arus mengalir ke tempat yang TIDAK diinginkan, dicek pakai multimeter BETUL ada tegangan. Hal ini menimbulkan kaget, shock, dan investigasi. Meskipun arus ini ketahuan sebelum ada kejadian buruk (tidak ada yang tersengat) tetapi adanya arus dan tegangan bisa lolos ke tempat yang TIDAK diinginkan artinya PTW, LOTO, dan LUN kehilangan kontrol atas arus dan tegangan. Ada lubang dalam sistem safety-nya. Di mana lubangnya?

Uniknya setelah investigasi lolosnya arus ini ke tempat yang TIDAK diinginkan ini bukan karena kelalaian tim LOTO juga tim PTW tetapi disebabkan karena masalah drawing. Kabel yang hidup secara tidak sengaja tersebut TIDAK terlihat di Single Line Diagram. Padahal SLD adalah referensi utama sistem LOTO. Apakah salah revisi? Tidak juga, single Line Drawing sudah revisi terakhir. Apakah ada kelalaian dari engineering karena tidak menggambar line tersebut?

Pembuat Single Line Diagram menceritakan bahwa consumer dari Distribution Board Power dia adalah untuk Sistem A sesuai dengan pesanan Package Engineer A dengan breaker number katakanlah B10 dan itu sudah digambar di SLD. Ternyata pada akhir-akhir proyek Package Engineer B meminta feeder dari Distribution Board yang sama yang mana sudah tidak bisa diberikan karena breaker Distribution Board sudah Full consumer. Sehingga diputuskan Sistem B akan memparalel power dari Sistem A tanpa merivisi dan memberi informasi tambahan di Single Line Diagram bahwa consumernya sekarang ada 2 Sistem yaitu Sistem A dan Sistem B. Pembuat SLD tau hal ini, Package Engineer B tahu akan hal ini, tetapi Package Engineer A merasa tidak tahu, apalagi pengguna SLD yaitu tim LOTO juga tidak tahu menahu.

Ketika jadwal readiness completion Sistem A tiba maka Package Engineer A meminta ijin energize Sistem A untuk function test sistem A. Pemberi ijin kerja dan tim LOTO fokus ke completion Sistem A, dicek semua dokumen, di walkdown dan dinyatakn sistem A sudah komplet ready to energize dan ijin diberikan. LOTO untuk sistem A di buka kemudian Breaker dalam Distribution Board dinyalakan maka Sistem A segera ‘live’. Dengan tanpa disadari oleh mayoritas orang terlibat energize sistem A tersebut bahwa power langsung juga pergi ke Sistem B yang masih amburadul, orang konstruksi masih bekerja di sistem B tersebut. Untung saja selama berhari-hari tegangan ini tidak disentuh orang, sampai ada orang yang sedang mengecek sistem-B mendapati ada listrik di sistem-B dan melaporkan ada listrik liar tanpa warning sign. Kagettt….

Turn On Breaker untuk Sistem A, tetapi Sistem B ikut hidup karena arus liar mengalir kepadanya.

Note: Arus dan tegangan ini hanya untuk utility panel seperti lighting panel dan fans. Apakah secara engineering feeder untuk utility panel bisa di parallel antar panel yang berbeda sistem?

25 Nov 2018

Nova Kurniawan